Filipina Jadi Target Serangan Bom JI Karena Mendukung AS
Minggu, 08 Okt 2006 22:14 WIB
Manila - Istiadah, Istri tersangka ahli bom Jemaah Islamiyah (JI) Dulmatin mengungkapkan kepada pihak keamanan Filipina yang memeriksanya, bahwa JI menargetkan Filipina sebagai lokasi serangan bom karena mendukung AS dalam melakukan "perang teror"."Dia mengaku mereka tinggal di sini, karena Filipina adalah salah satu negara pertama yang mendukung imbauan AS menyusul serangan-serangan 11 September 2001," kata Mayor Eugene Batara seperti dikutip dari AFP, Minggu (8/10/2006).Hingga kini jelas Batara, militer Filipina terus menggali keterangan dari Istri Dulmatin yang bernama lengkap Istiada H Oemar Sovie menyusul penangkapannya di wilayah pulau terpencil Jolo, Filipina selatan pada 3 Oktober.Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa Dulmatin dan ahli bom JI lainnya Umar Patek masih bersembunyi di Jolo di bawah perlindungan Abu Sayyaf, kelompok gerilyawan Muslim yang juga punya hubungan dengan jaringan Al Qaeda.Dulmatin dan Umar Patek adalah dua tokoh kunci sebagai perakit bom Bali 2002 yang menewaskan 200 orang yang sebagian besar adalah turis Australia.Istiada yang menggunakan nama samaran Amenah Toha juga mengatakan dirinya bukan anggota JI, tapi dia selama ini bertindak sebagai kurir untuk kelompok itu. Istiada ditahan atas tuduhan pelanggaran keimigrasian karena memasuki Filipina secara ilegal pada tahun 2003.Dulmatin dan Patek, yang kepalanya dihargai 11 juta dolar oleh pemerintah AS, adalah sasaran operasi militer yang melibatkan lebih dari 5.000 tentara Filipina yang didukung personil intelijen AS.Filipina adalah salah satu dari negara-negara Asia pertama menyatakan dukungan bagi "perang teror" yang dipimpin AS setelah serangan 11 September. AS telah memberikan bantuan pelatihan untuk mengejar gerilyawan Abu Sayyaf di negara ini.
(bal/bal)











































