Gara-gara Sapi, 2 Warga Tewas Akibat Kerusuhan di India
Minggu, 08 Okt 2006 19:20 WIB
Bangalore - 2 Warga Mangalore, India tewas dan 86 lainnya mengalami luka-luka dalam kerusuhan sektarian antara kelompok Muslim-Hindu yang terjadi sejak Rabu (4/10/2006). Kerusuhan dipicu oleh pelarangan memotong sapi, hewan yang dianggap suci oleh umat Hindu.Juru bicara kepolisian Mangalore, seperti dilansir AFP, Minggu (8/10/2006), menyatakan, kerusuhan bermula ketika sekelompok aktivis sayap kanan Hindu mencegat sebuah kendaraan yang membawa sapi dan kerbau menuju rumah pemotongan hewan di kota yang berjarak 300 kilometer di selatan wilayah negara bagian Bangalore itu.Tidak terima kendaraannya dicegat, sejumlah pekerja yang berada di kendaraan melakukan perlawanan. Bentrokan pun pecah dan kemudian meluas melibatkan warga lainnya."Seorang tewas pada hari Kamis, dan seorang lagi pada hari Sabtu. Keduanya berasal dari kelompok Muslim," tambah jubir tersebut.Saat ini situasi di Mangalore, sudah terkendali. Aparat keamanan menangkap sejumlah warga dari kedua kelompok yang melakukan pelemparan batu dan pembakaran sejumlah toko.Kepala Kepolisian Karnataka, BS Sial menyatakan, larangan keluar rumah yang diberlakukan sejak Kamis lalu, dihentikan selama 2 jam pada hari Minggu untuk memberi kesempatan pada warga membeli kebutuhannya."Situasi sudah terkendali. Tapi kami hanya memberi jeda selama 2 jam pada hari ini. Kami akan terus memantau perkembangan dan melihat bagaimana situasi esok," ujarnya.Seperti diketahui, dalam agama Hindu, sapi merupakan hewan yang dianggap suci. Sebagian besar negara bagian di wilayah utara dan wilayah barat India melarang pemotongan sapi dan jual beli daging sapi. Namun beberapa provinsi di sebelah selatan dan timur laut India tidak memberlakukan aturan ini.
(bal/bal)











































