Omzet Penjual Parsel Turun, Bukti Pejabat Banyak Terima Bingkisan
Minggu, 08 Okt 2006 16:22 WIB
Jakarta -
Menurunnya omzet penjualan parsel yang diklaim oleh para pedagang parsel menyusul adanya imbauan KPK tentang larangan pejabat negara menerima parsel, makin membuktikan bahwa selama ini pejabat negara kerap menerima bingkisan pada saat hari raya keagamaan. Demikian disampaikan Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Waluyo saat dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (8/10/2006). Menurutnya meski ada larangan bagi para pejabat menerima parsel, seharusnya omzet penjualan pedagang parsel tidak turun. Kalaupun menurun, angkanya tidak signifikan. "Toh yang kami larang itu pejabat negara dan ini sudah tahun ketiga. Kalau anda sesama teman silahkan saling kirim parsel. Jika para pedagang mengklaim omzet mereka turun drastis gara-gara larangan KPK, ini makin membuktikan kalau pembelian parsel oleh konsumen lebih banyak diberikan kepada pejabat," ujarnya.Dikatakan dia, pihak swasta atau masyarakat seharusnya tetap menganggarkan biaya pardel pada hari raya nanti, namun objek penerimanya diubah. Jika biasanya mereka mengirimkan kepada para pejabat negara, maka sekarang dikirim kepada masyarakat yang lebih membutuhkan seperti korban bencana alam. "Kalau hal ini dilakukan dan ditambah para pejabat negara pun melakukan hal yang sama, saya kira tidak akan terjadi penurunan omzet penjualan parsel. Saya kira anggaran pejabat negara membeli parsel lebih besar dari kalangan masyarakat biasa," katanya. Waluyo menegaskan pihaknya tidak dapat mentoleransi sebuah aturan dalam undang-undang, hanya karena ada pihak yang merasa dirugikan. Menanggapi adanya ancaman penggerebekan para pedagang parsel ke KPK karena kecewa atas kebijakan ini, Waluyo meyakini jika hal itu benar terjadi, bukan dilakukan oleh pedagang murni parsel namun oleh para broker.
(san/san)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































