Keluarga akan Di-Update Perkembangan Penculikan Edy
Minggu, 08 Okt 2006 12:21 WIB
Jakarta - Meskipun pakan memakan waktu lama hingga berbulan-bulan, pihak keluarga Edy Purwono (51), korban penculikan oleh kelompok bersenjata di Nigeria, boleh sedikit lega. Sebab pihak Departemen Luar Negeri di Indonesia akan terus memberikan laporan perkembangan nasib WNI yang berprofesi pilot di sebuah perusahaan di Nigeria tersebut. Jubir Deplu Desra Percaya mengatakan, laporan perkembangan tentang nasib Edy kepada pihak keluarga dilakukan beberapa kali dalam setiap hari. "Meskipun pembebasan sandera diserahkan sepenuhnya kepada pihak perusahaan dan aparat kepolisian setempat, kami terus melakukan monitor. Dan hasilnya kami informasikan kepada pihak keluarga, dan pihak keluarga pun proaktif," ujar Desra saat dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (8/10/2006). Desra mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada aparat kepolisian di Nigeria dan perusahaan agar proses pembebasan sandera dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan sandera di atas segalanya. "Kami minta mereka jangan asal menggerebek lokasi persembunyian kelompok bersenjata," tandas dia.Edy berprofesi sebagai pilot di sebuah perusahaan yang menjadi rekanan salah satu perusahaam minyak besar di Nigeria. Dia telah bekerja sejak Mei 2006. Edy diculik oleh kelompok bersenjata di Nigeria beserta enam WNA lainnya yang berasal dari Malaysia, Inggris, dan Rumania. Mereka diculik di dekat perusahaan minyak di Kota Eket, negara bagian Revers, pada Selasa 3 Oktober waktu setempat. Para penculik terang-terangan meminta tebusan sebesar US$ 10 juta atau Rp 92 miliar. Para pekerja minyak sering jadi korban penculikan oleh kelompok-kelompok bersenjata di Nigeria yang mengaku ingin mendapatkan keuntungan bisnis minyak yang lebih besar.
(san/san)











































