Biar Murah, Bikin Parsel Sendiri Jadi Pilihan
Sabtu, 07 Okt 2006 23:31 WIB
Jakarta - Lebaran masih 17 hari lagi. Sejumlah persiapan untuk menyambut hari yang fitri dilakukan. Bahkan sebagian orang memanfaatkan momen itu untuk mengeruk untung. Kue lebaran, kain dan pakaian, serta parsel adalah bisnis yang dijalani beberapa orang karena dipandang cukup menjanjikan. Namun bagi yang ingin menghemat uang, membuat parsel sendiri adalah pilihan. Dengan cukup membeli keranjang dan beberapa barang di pusat grosir, uang pun dapat dihemat.Kiat model ini digunakan oleh Epi. Maka tak heran apabila dia memilih membeli keranjang daripada parsel di pusat parsel Stasiun Cikini Jakarta. Maklum, Epi berniat membuat parsel sendiri untuk dikirim kepada kerabat dan rekannya. Bahkan dia juga menerima order menyusun parsel dari teman-temannya."Harus bisa nawar, buat dapat untung," ujar Epi sambil melihat-lihat anekakeranjang di sebuah kios di Stasiun Cikini, Sabtu (7/10/2006).Epi mengaku lebih puas membuat parsel sendiri, karena dia bisa menyusun sesuai keinginannya. Barang isian parsel dia beli secara grosir di sebuah toko Kebanyakan parsel yang dia buat berisi makanan.Keranjang yang dipilih Epi bebentuk agak elips dengan diameter cukup besar. Keranjang yang dibelinya seharga Rp 18-35 ribu. Tak lupa dia membeli plastik kaca dan pita untuk mempermanis parselnya.Di Stasiun Cikini, sejak pukul 10.00 WIB tampak dipenuhi orang-orang yang berminat pada parsel. Ada yang memesan parsel jadi, langsung membeli, dan banyak juga yang membeli perlengkapan membuat parsel. Kebanyakan yang terlihat adalah yang membeli keranjang.Belasan hingga puluhan keranjang dimasukkan ke dalam mobil colt. Bukan hanya keranjang bermodel konvensional, tetapi juga keranjang yang sudah dibentuk dengan aneka model. Ada yang berbentuk perahu, kusi sofa, bahkan keranjang bertingkat. Keranjang yang telah dilapisi kain bersorak batik dan satin tentu saja harganya lebih mahal daripada keranjang polos.Pengusaha parsel dari luar Jakarta juga banyak yang membeli keranjang dari Stasiun Cikini. Kebanyakan keranjang tersebut dikirim ke Batam dan Palembang.
(ndr/ndr)











































