Penyelundupan 47 Kontainer Tepung Tulang Sapi Gila Digagalkan

Penyelundupan 47 Kontainer Tepung Tulang Sapi Gila Digagalkan

- detikNews
Sabtu, 07 Okt 2006 16:41 WIB
Surabaya - Penyelundupan 47 kontainer yang berisi tepung tulang untuk bahan pakan ternak atau Meat and Bone Meal (MBM) terlarang asal Spanyol berhasil digagalkan di Pelabuhan Peti Kemas, Tanjung Perak, Surabaya. 47 kontainer berisi pakan ternak atau poultry meal dari tulang sapi yang dianggap bahaya karena terserang penyakit sapi gila atau Bovine Spongform Enchephalopathy (BSE) ini tiba di Surabaya pada akhir bulan September dengan diangkut kapal barang berbendera Spanyol.Penemuan barang berbahaya ini menyita perhatian Menteri Pertanian Anton Apriantono. Anton didamping pejabat dari bea cukai dan pelabuhan langsung melihat langsung pakan ternak yang berasal dari tulang sapi itu.Menurut keterangan Agus Purnady, Kasi Pencegahan dan Penyidikan Badan Besar Karantina Hewan Tanjung Perak menjelaskan 25 kontainer diketahui berisi poultry by product meal. "Tapi setelah dites melalui uji laboratorium ternyata pakan ternak itu sudah bercampur dengan MBM," jelas Agus kepada Mentan Anton Aprinatono, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (7/10/2006).Sedangkan 22 kontainer yang kedatanganya berlainan kapal ini murni MBM. "Sekarang semuanya kita karantina sambil menunggu penyidikan importirnya. Dalam dokumen tepung tulang itu disebutkan berasal dari Australia, namun setelah diselidiki berasal dari Spanyol yang notabene negara yang tertular BSE," jelas Agus.Pakan ternak yang bisa membahayakan manusia ini menurut Agus, di impor oleh perusahaan asal Surabaya, CV Dharma Guna Triwarna. "Sebelum ada larangan pakan ternak yang terkena MBM, perusahaan itu sudah pernah menerima kiriman serupa," jawabnya.Perlu diketahui, penyebaran BSE adalah salah satu penyakit yang menyerang jaringan otak sapi. Manusia yang mengkonsumsi otak maupun jeroan sapi gila sangat berisiko gangguan kesehatan. BSE bisa menular melalui jaringan yang berasal dari susunan syaraf pusat seperti otak, sumsum tulang belakang yang juga biasa ditemukan pada daging dan tepung tulang. Salah satu penularan yang bisa terjadi dengan cara melalui makanan sapi yang terbuat dari cacahan daging sapi atau tulang yang terinfeksi penyakit sapi gila.Pemerintah Indonesia melalui Departemen Pertanian telah melarang dengan mengeluarkan surat edaran Nomor 482/Kpts/PD.620/8/06 tertanggal 22 Agustus 2006 yang berisi larangan masuknya ternak Ruminansia dan produknya dari negara atau bagian negara terjangkit penyakit BSE ke dalam wilayah negara Indonesia.Menurut Badan Karantina Pertanian, negara yang tertular BSE dengan status tidak dapat ditentukan dan status dapat dikendalikan yaitu Austria, Belgia, Kanada, Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Mesir, Yunani, Israel, Italia, Irlandia, Jepang, Belanda, Luxembourg, Polandia, Portugis, Slovakia, Slovenia, Swiss, Inggris dan Spanyol. (jon/jon)


Berita Terkait