Bulan Ramadan di Pekanbaru, Pil Ekstasi Beredar Bebas

Bulan Ramadan di Pekanbaru, Pil Ekstasi Beredar Bebas

- detikNews
Sabtu, 07 Okt 2006 15:39 WIB
Pekanbaru - Tempat hiburan karaoke di Pekanbaru tetap saja buka. Di sana diduga peredaran pil ekstasi sangat bebas tanpa ada penggerebekan pihak aparat. Namun sejumlah manajemen tempat hiburan membantah menyediakan pil setan itu. Pantauan detikcom, tempat hiburan yang paling marak dikunjungi warga adalah Karaoke MP, Karaoke OZ, Karaoke RP dan Karaoke F di Pekanbaru. Karaoke F misalnya, selain menyediakan kamar hotel, pihak manajeman juga menyediakan ruang-ruang karaoke yang eksklusif. Di sanalah saban malam, tempat hiburan ini tetap buka sampai pagi.Karaoke MP di ruas Jalan Sudirman ini juga ramai dikunjungi tamunya. Selain tempatnya yang berada di lantai lima pusat perbelanjaan, pengunjung tidak pernah kecewa atas pelayanan pihak manajemen. Pelayanan yang dimaksud tidak lain, tetap saja menyediakan wanita-wanita penjaja seks komersial dari berbagai suku, mulai pribumi sampai WNI turunan semuanya tersedia. Padahal, peraturan yang diberikan Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah, tempat hiburan karaoke hanya boleh buka pada pukul 22.00 WIB sampai pukul 1.30 WIB. Itu pun harus bebas dari peredaran ekstasi dan wanita penjaja seks komersial. Tapi kenyataannya, tempat hiburan karaoke Hotel F dan MP dan sejumlah hiburan lainya, tidak menjalankan instruksi Walikota Pekanbaru tersebut. Yang lebih mengasyikkan lagi, tentulah persediaan narkoba yang mudah didapatkan di ruangan karaoke. Para tamu yang ingin berkaraoke di malam bulan suci Ramadan sangat gampang memesan pil ekstasi. Sebab, pil ekstasi inilah yang membuat para tamu bisa menikmat house music sambil bercengkerama dengan wanita penjajah seks. Seorang pengunjung Karoke MP, Bastian Siregar (30) mengatakan, di bulan puasa ini yang namanya pil ekstasi sangat gampang di dapatkan di sejumlah tempat hiburan termasuk RP dan Karoke OZ. Untuk satu obat ekstasi kini harganya antara Rp 150 ribu sampai dengan Rp 170 per butir. "Kita tinggal pesan aja sama pekerja di tempat hiburan tersebut. Kalau di tempat hiburan tidak ada persediaan pil ekstasinya, mana ada pengunjung yang mau datang. Kita bersenang-senang tentunya dengan minumam keras dan pil setan itu," kata Bastian seorang kontraktor muda asal Kabupaten Rokan Hilir, Riau dengan santai kepada detikcom. Tapi, ungkapan Bastian ini dibantah keras pihak perusahaan tempat hiburan MP. Menurut Acun Manejer Karoke MP yang dikonfirmasi detikcom, mengatakan, pihaknya tidak pernah menyediakan obat ekstasi untuk tamu-tamu mereka. "Jangan mudah percaya dengan omongan orang lain. Kami tidak menyediakan ekstasi. Tempat hiburan kami ini buka sesuai dengan intruksi walikota. Kami tidak pernah tutup sampai subuh. Soalnya karyawan kami sebagian muslim dan mereka juga akan makan sahur," kata Acun dengan nada tinggi. Hal yang sama juga dibantah Manejer Karaoke F Pekanbaru, Ondi. Menurutnya, pihaknya juga tidak pernah menyediakan narkoba di ruang karaokenya. "Kalau ada karyawan kami yang menjual pil ekstasi itu tidak menjadi tanggungjawab pihak manajemen. Dan kami sangat melarang keras bagi karyawan yang menjual ekstasi," kata Ondi. (jon/jon)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads