Masih Ada Pengacau di Maluku

Masih Ada Pengacau di Maluku

- detikNews
Sabtu, 07 Okt 2006 10:08 WIB
Ambon - Provinsi Maluku kondusif, bukan berarti keamanan terjamin seratus persen. Betapa tidak, hingga kini masih terdeteksi ada kelompok kecil alias pengacau yang mencoba kembali mengganggu kedamaian di provinsi Seribu Pulau ini. Hal ini diungkapkan Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Sudarmaidy Subandi kepada wartawan di Ambon, Sabtu (7/10/2006) pagi ini. "Adanya kelompok pengganggu, diketahui dengan masih banyak senjata api organik, bahan peledak dan amunisi di masyarakat," ungkap Sudarmaidy. Banyaknya senjata organik yang masih beradar di masyarakat, terkait erat dengan bobolnya gudang senjata di markas Brimob Polda Tantui Ambon, saat konflik lalu maupun penyeludupan senjata dari luar Maluku. "Kami sinyalir, sebagian senjata yang beradar dan masih ada di tangan masyarakat berasal dari Philipina," ujarnya. Mengantisipasi gangguan yang sewaktu-waktu dapat terjadi, pihaknya tengah memperkuat barusan intelijen di lapangan. "Kelompok pengganggu yang masih ada itu memiliki kepentingan jika Maluku kembali rusuh," kata dia. Sudarmaidy menambahkan, pihaknya terus memantau setiap jalur masuk ke Ambon, baik udara maupun laut. "Kami terus pantau setiap titik yang bisa digunakan untuk memasok senjata ke Maluku," ujar Pangdam. Selasa kemarin, 68 senjata organik dari berbagai jenis dan 103 senjata rakitan plus ratusan amunisi yang diserahkan masyarakat di pos-pos TNI terdekat telah dimusnahkan pihak Kodam XVI Pattimura dengan cara membuang ke laut. "Senjata-senjata dan amunisi itu sudah kami rusakin hingga kecil baru dibuang ke laut," tutur Pangdam.Dia mengingatkan, situasi Maluku yang sangat kondusif ini, jangan lagi diganggu ulah para pengacau. "Jika masih ada, maka akan berhadapan dengan TNI. Saya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas," tukas Mayjen Sudarmaidy. (jon/jon)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads