Peningkatan Angka Kemiskinan Picu Gerakan Radikal

Peningkatan Angka Kemiskinan Picu Gerakan Radikal

- detikNews
Jumat, 06 Okt 2006 20:04 WIB
Jakarta - Kemiskinan dituding sebagai akar masalah gerakan radikal di Indonesia. Karena itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengkhawatirkan kemiskinan yang bertambah bisa meningkatkan aktivitas gerakan radikal.Demikian dikatakan Juwono usai acara diskusi di Central for Strategic and International Studies (CSIS) di Jl Tanah Abang III, Jakarta, Jumat (6/10/2006)."Jadi tantangan terbesar bagi pemerintah di Indonesia adalah membuat orang muda Islam bukan berani mati, tapi berani hidup. Yakinkan akan ada perbaikan kehidupan," kata Juwono.Menurut Juwono, angka kemiskinan yang tinggi di Indonesia dan sebagian besarnya adalah muslim, dapat menimbulkan suatu ketertarikan pada gerakan radikal yang mengarah kepada aksi kekerasan disertai bunuh diri.Juwono berpendapat, hal tersebut bisa diwujudkan pemerintah dengan cara penciptaan peluang kerja, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan dan pendidikan.Terhadap adanya kemungkinan radikal masuk ke dalam partai Islam, Juwono menyatakan keyakinannya bahwa para tokoh Islam pasti mewaspadai dan mengupayakan agar hal tersebut tidak terjadi."Tidak perlu khawatir, tokoh radikal Islam juga tidak akan terpilih dalam pemilu. Karena dalam pemilu lalu pun, parpol Islam yang mengusahakan dasar Islam sebagai dasar negara cuma dapat 12 persen," papar Juwono.Terkait dengan hal tersebut, mantan duta besar RI di Inggris ini juga mengungkapkan, perbandingan AS dengan Indonesia dalam gerakan radikal. Di AS, unsur fundamentalis bisa masuk ke dalam pemerintahan."Saya yakin tidak demikian di Indonesia. Teman-teman di parpol Islam pasti bisa mencegah. NU dan Muhammadiyah bisa mencegah radikalisme," ujar Juwono yakin. (ahm/sss)


Berita Terkait