Deplu Masih Dalami Informasi Penangkapan Istri Dulmatin

Deplu Masih Dalami Informasi Penangkapan Istri Dulmatin

- detikNews
Jumat, 06 Okt 2006 15:39 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) belum mengambil langkah-langkah strategis terkait informasi penangkapan istri Dulmatin oleh militer Filipina. Deplu masih ingin memastikan kebenaran informasi tersebut.Hal tersebut disampaikan juru bicara Deplu, Desra Percaya, di kantornya, Jl Pejambon Raya, Jakarta, Jumat (6/10/2006)."Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang ada di Davao City masih mengumpulkan informasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut," kata Desra. Menurut Desra, Deplu belum menerima informasi apa pun mengenai berita penangkapan istri Dulmatin tersebut. Karena itu Deplu belum menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya."Sampai saat ini kami baru tahu dari media massa Filipina," kata Desra.Militer Filipina mengaku telah menangkap istri Dulmatin, Istiada H Oemar Sovie, dalam operasi penyerbuan militer ke Pulau Jolo, Filipina Selatan pada 3 Oktober 2006. Saat diinterogasi, wanita berkebangsaan Indonesia yang juga dikenal sebagai Aminah Toha ini mengatakan, Dulmatin masih berada di Jolo. Dulmatin adalah anggota senior gerakan Jamaah Islamiyah (JI) dan salah satu tersangka bom Bali 2002. Dia dan rekannya, Umar Patek, diyakini telah sejak lama bersembunyi di hutan-hutan Jolo di bawah perlindungan kelompok ekstrem Abu Sayyaf. Pemerintah AS telah menawarkan hadiah uang yang totalnya mencapai US$ 11 juta untuk penangkapan kedua orang itu. (djo/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait