Ban Pesawat Tidak di Runway Penyebab Mandala Tergelincir
Jumat, 06 Okt 2006 15:39 WIB
Jakarta -
Kabut asap dituding sebagai penyebab tergelincirnya pesawat Mandala di Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur. Namun berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT), kondisi ban pesawat berperan lebih besar.Sebab pada saat itu, satu roda pesawat berada di landasan, namun satu roda lagi berada di luar lintasan. Hal itulah yang berakibat pada kecelakaan pesawat pada 3 Oktober 2006 itu."Saat mendarat, roda kirinya ada di runway, sedangkan roda kanan ada di shoulder, artinya ada di luar lintasan. Karena pilot berusaha membelokkan pesawat ke arah runway, roda kanan patah, setelah itu pesawat tidak terkontrol," kata Ketua KNKT Setio Rahardjo di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (6/10/2006).Selain soal posisi ban, Setio juga menduga kecelakaan pesawat tersebut diakibatkan oleh faktor cuaca dan faktor navigation instrument landing system (NILS), atau alat pemandu pendaratan."Di Tarakan memang belum ada. Saat ini di bandara Indonesia baru ada 18 NILS. Sebenarnya sudah ada program untuk mengandalkan NILS terebut di seluruh bandara. Tapi diprioritaskan mana yang lebih dulu, Tarakan mungkin 2008 atau 2009," jelas Setio.Sementara Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Bandar Udara KNKT Frans Wenas mengatakan, kondisi cuaca saat itu sangat berpengaruh pada kecelakaan. Walaupun tidak ingin menyalahkan pilot, dia juga berpendapat keputusan untuk melakukan pendaratan atau tidak, terletak di tangan pilot."Dulu memang ada ketentuan kalau cuaca di bandara masuk kategori minimal, maka kepala bandara bisa menutup bandara. Tapi terjadi pro kontra sehingga tidak diberlakukan lagi. Sekarang bandara memberitahukan informasi, kemudian selanjutnya tergantung pilot untuk memutuskan pendaratan," jelas Frans.MukjizatMeski Mandala mengalami kerusakan berat, namun tidak ada penumpang yang luka parah. Setio menganggapnya sebagai suatu mukjizat. Padahal saat pesawat tergelincir, mesin pesawat terlepas. Sayap pesawat pun patah."Kondisi pesawat parah dan rusak berat, sehingga total loss, sangat mukjizat pesawat tidak terbakar dan tidak ada penumpang yang terluka," ujarnya.
(ahm/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































