Istri Munir:
Keadilan Susah Saya Dapatkan!
Jumat, 06 Okt 2006 15:36 WIB
Jakarta - Istri almarhum Munir, Suciwati, kecewa dengan presiden dan sistem yang ada sekarang. Sebab penyelidikan kasus Munir tidak dilakukan secara serius."Keadilan itu susah saya dapatkan," kata Suciwati saat diskusi di ruang pers DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/10/2006).Suciwati menyesalkan kerja penyidik yang selama ini ketika dia temui hanya berkeluh kesah seolah-olah tidak bisa berbuat apa-apa. "Kenapa keahlian polisi dalam menangani kasus ini tumpul. Lain halnya dengan kasus teroris," ungkapnya dengan nada geram.Menurut dia, hanya presidenlah yang bisa mengatasi kasus ini. "Presiden bukan saatnya lagi beretorika. Revitalisasi macam apa?" tukasnya.Sementara itu Koordinator Kontras Usman Hamid yang mendampingi Suciwati mengatakan, kasus ini penuh dengan anasir-anasir politik. "Dulu saya senang dengan tindakan DPR, tetapi sekarang DPR malah diam saja," kata Usman.Dikatakan dia, kasus-kasus ini akan berbeda, jika tim pencari fakta termasuk yang dulu dibentuk oleh DPR mengumumkan hasilnya kepada publik.Anggota Komisi I DPR RI Effendy Choirie mengatakan, presidenlah yang paling bertanggung jawab. "Memang sekarang ini DPR sudah tidak bisa diharapkan. Bahkan mungkin tidak ada lagi yang bisa diharapkan," ujar dia pesimistis.Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR Yasona Laoly menyebutkan, bahwa kegagalan sejak awal ada pada tahapan penyidikan Polri. "DPR harus segera membentuk panja untuk kasus Munir ini," ujarnya.Dia melihat MA saat ini terlalu konservatif. "Ini merupakan suatu kegagalan karena tidak mungkin Polly dihukum dengan kasus yang sama," tukasnya.
(san/asy)











































