FPKS Kecam Pelebaran Jalan Sudirman-Thamrin
Jumat, 06 Okt 2006 12:27 WIB
Jakarta - Meski Komisi D bidang pembangunan DPRD DKI telah menyetujui pelebaran Jalan Sudirman-Thamrin, namun FPKS DPRD mengecam proyek itu. FPKS menilai pelebaran jalan itu sebagai proyek yang tidak terencana."Program ini sangat reaktif dan tidak terencana sama sekali. Program ini program kejutan yang tidak terencana sebelumnya masuk dalam perubahan APBD ini," kata Arkeno, anggota FPKS, saat membacakan kata akhir fraksi tentang penetapan APBD DKI Jakarta 2006 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2006).Rapat dipimpin Ketua DPRD Ade Surapriatna. Dari eksekutif hadir Wagub Fauzi Bowo.FPKS mengimbau gubernur dan jajarannya pada perubahan APBD berikutnya tidak memasukkan program-program yang tidak terencana dengan baik dan yang memiliki probabilitas rendah untuk dilaksanakan.Dalam rapat itu, hanya FPKS yang mengkritik pelebaran jalan itu. Sedangkan fraksi lainnya seperti FPG, FKR, FPD, tidak berkomentar.Pelebaran Jalan Sudirman-Thamrin dilakukan 15 Oktober dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Rencana pelebaran jalan ini molor dari jadwal, harusnya dimulai 5 Oktober tapi ditunda menjadi 15 Oktober.Proyek yang memangkas puluhan pohon ini makan ongkos Rp 30 miliar. Dana ini diambil dari Anggaran Biaya Tambahan 2006 yang akan disahkan siang ini. Proyek ini diharapkan selesai 15 Desember.
(nrl/sss)











































