Mantan Pejabat Rame-rame Buat Buku, Siapa Untung?
Jumat, 06 Okt 2006 10:15 WIB
Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie membuat buku, Letjen Purn Prabowo Subianto yang dipojokkan berjanji balas membuat buku. Mayjen Purn Kivlan Zen yang menuding Habibie disarankan membuat buku. Mantan Ketua MPR Amien Rais juga siap meluncurkan buku. Siapa untung?"Buku dibalas buku lebih baik dari pada omong doang," ujar pakar Komunikasi Politik UI Effendy Ghazali kepada detikcom, Jumat (6/10/2006) pukul 09.00 WIB.Menurut Effendy, dari kacamata komunikasi politik, fenomena ini menandakan tingginya media litteracy masyarakat Indonesia saat ini. Publik diuntungkan jika buku-buku yang bermunculan merupakan klarifikasi, namun jika si penulis memanipulasi fakta, pembaca akan dirugikan."Oleh karena itu setiap buku berpolemik harus diikuti pembahasan oleh publik dan mereka yang memutuskan," lanjutnya.Effendy meminta masyarakat kritis. Peristiwa 1998 kini konteksnya menyempit menjadi kudeta dan bukan kudeta. Padahal ada kerusuhan yang makan banyak korban dan aparat keamanan tidak berfungsi."Informasi ini yang sebenarnya lebih dibutuhkan publik," kata Effendy.Para tokoh yang membuat buku berusaha menjelaskan posisinya dalam peristiwa Mei 1998. Effendy melihat langkah ini positif. Dibandingkan peristiwa 1965, peristiwa 1998 akan lebih cepat mendapatkan kejelasan."Mereka yang tidak puas tinggal bikin buku atau menempuh jalur hukum karena pencemaran nama baik," ujarnya.
(fay/nrl)











































