Pelebaran Sudirman-Thamrin Molor Hingga 15 Oktober

Pelebaran Sudirman-Thamrin Molor Hingga 15 Oktober

- detikNews
Jumat, 06 Okt 2006 08:58 WIB
Jakarta - Proyek penambahan jalur di Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta, molor hingga 15 Oktober mendatang. Padahal proyek itu harus sudah dilakukan sejak Kamis 5 Oktober kemarin.Mundurnya proyek ini karena menunggu penetapan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2006 yang rencananya disahkan hari ini Jumat (6/10/2006) melalui rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Proyek pelebaran di dua jalan itu menggunakan ABT 2006 sebesar Rp 30 Miliar."Walau awal proyek mundur pelaksanaannya, namun harus diselesaikan sesuai target pada 15 Desember 2006," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov DKI Jakarta, Wishnu Subagyo Yusuf, di Jakarta, Jumat (6/10/2006).Menurut Wishnu, total waktu kerja 65 hari yang efektif 58 hari setelah dipotong cuti bersama lebaran. Waktu pelaksanaannya, akan dikebut pada malam hari, dan sedikit pada siang hari. Selama pembangunan, lokasi akan dibatasi pagar sehingga tidak mengganggu lalu lintas.Ditambahkan Wishnu, awal pelebaran untuk Jalan Thamrin dimulai dari arah Utara ke Selatan, yakni dari patung air mancur hingga Dukuh Atas. Sementara untuk Jalan Sudirman, dimulai dari Dukuh Atas hingga Patung Pemuda dekat Ratu Plaza.Menurut Wishnu, fondasinya jalan akan menggunakan beton dan permukaannya akan dilapisi semen buton atau hotmiks. Untuk Jalan Thamrin yang memiliki saluran air di bawahnya akan dilapisi plat dengan beberapa bukaan di beberapa tempat jadi tidak mengganggu saluran air."Untuk utilitas seperti kabel telepon memang ada di Sudirman, tapi kita sudah deteksi itu dan tidak akan mengganggu," jelasnya.Soal penebangan pohon, khusus untuk Jalan Sudirman akan diminimalisir. Pohon akan dipindahkan tidak lebih dari 20. Selain penambahan lajur, pada 15 Oktober 2006 juga akan dilakukan pengerukan Banjir Kanal Barat untuk antispasi banjir. Banjir Kanal Barat dipersiapkan bila terjadi hujan."Anggaran Rp 8 miliar terdiri dari Rp4 miliar untuk pengerukan dan Rp 4 miliar untuk perbaikan sarana lainnya. Kalau itu sudah kita keruk bisa sekaligus dijadikan pilot project angkutan air," tandasnya. (fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads