6 Negara Maju Bahas Sanksi Iran
Jumat, 06 Okt 2006 08:19 WIB
Jakarta - 6 Negara besar yang menentang nuklir Iran menggelar pertemuan di London, Jumat (6/10/2006). Pertemuan ini ditergetkan merancang draft sanksi untuk Iran.Pertemuan khusus ini diikuti Menlu Inggris, Cina, Perancis, Jerman, Rusia dan AS. Mereka akan membahas kegagalan diplomasi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana dalam meyakinkan Iran untuk menunda program nuklirnya."Yang akan dilakukan para menlu itu adalah mengatakan mereka menyiapkan sanksi," ujar Menlu AS Condoleezza Rice seperti dikutip AFP, Jumat (6/10/2006).Kebetulan, peserta pertemuan adalah anggota PBB dengan hak veto permanen plus Jerman. Begitu mereka memberikan lampu hijau, PBB akan segera mendiskusikan sanksi untuk Iran.Pasal 41 Piagam PBB mengizinkan DK PBB menerapkan sanksi diplomatik dan ekonomi. Tidak diduga, Russia dan Cina yang menjadi sekutu ekonomi Iran, ikut dalam dialog ini. Menlu Russia dan Cina paling akhir memberikan konfirmasi.Menlu Rusia Sergei Lavrov di Warsaw, Kamis kemarin tampak masih enggan menggunakan sanksi. "Kita lanjutkan upaya diplomatik, walaupun beberapa menginginkan pemberian sanksi sekarang," katanya.AS yang paling getol mendesakkan sanksi untuk Iran. Menlu Rice menyatakan AS menginginkan sanksi berlapis untuk Iran melalui serangkaian resolusi.Sanksi dimulai dari menghalangi suplai material dan dana untuk program nuklir Iran. Langkah lainnya adalah pembekuan aset dan pelarangan kunjungan pejabat Tehran yang terkait porgram senjata.
(fay/fay)











































