Duo Pemalsu Ijazah Dibekuk
Kamis, 05 Okt 2006 22:09 WIB
Jakarta - Dua sekawan pemalsu ijazah yang beraksi sejak tahun 2002, digulung polisi. Dari tangan mereka disita sebundel ijazah serta cap palsu.Dalam menjalankan aksinya, keduanya memasang tarif Rp 500 ribu. Biasanya para pelanggan yang datang ke tempat mereka. Profesi mereka ini pun berkembang dari mulut ke mulut."Yang datang pada kami orang-orang yang mau melamar kerja di pabrik. Mereka datang membawa ijazah temannya, lalu kami buat serupa," kata M. Syahrir (56) di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (5/10/2006).Dia mengaku para pelanggannya cukup menyerahkan uang muka Rp 250 ribu dan sisanya dibayarkan setelah pembuatan yang bisa memakan waktu 2 minggu. Para pelanggan juga harus menyertakan pas foto 3x4, nama lengkap, tempat tanggal lahir serta nama orang tua."Biasanya kami mendapat pesanan sebulan sekali, ya itu juga jarang-jarang. Biasanya keuntungannnya juga cuma Rp 250 ribu, itu juga dibagi dua," kata Arsyid (43) menimpali rekannya.Dua sekawan yang pernah menjadi guru di salah satu SD di daerah Menteng dan Kepulauan Seribu ini mengaku kalau mereka membeli lembar izajah palsu dari seseorang bernama Nor di daerah Jelambar."Terus saya yang menuliskan seperti ijazah yang dicontohkan," cetus Arsyid, ayah 2 anak ini.Ijazah buatan kedua orang ini memang hampir mirip dengan yang asli. Namun atas laporan warga, keduanya ditangkap di rumah mereka di Koja, Jakarta Utara. Keduanya kini hanya bisa menyesali nasib."Saya enggak mau bikin kaya begini lagi," cetus Arsyid yang juga bekerja sebagai guru privat.
(fay/fay)











































