Sutiyoso: Mikrolet dan KWK Harus Rela Dipindah Rute

Sutiyoso: Mikrolet dan KWK Harus Rela Dipindah Rute

- detikNews
Kamis, 05 Okt 2006 15:37 WIB
Jakarta - Sopir mikrolet dan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) yang jalurnya berhimpitan dengan busway koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) diminta harus rela rutenya dipindahkan. Semua ini agar pengguna fasilitas busway tidak terganggu."Kalau bersinggungan dengan busway, ya mereka harus rela dipindahkan rutenya," ujar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2006).Menurut dia, proyek busway termasuk dalam pembangunan sistem pola transportasi makro yang mestinya didukung semua pihak. Karena itu Bang Yos -- panggilan akrab Sutiyoso -- meminta agar mikrolet dan KWK juga menyesuaikan. Meski begitu, dia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengatur agar mikrolet dan KWK tetap eksis.Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Nurrahman mengatakan, saat ini Dishub sedang mempertimbangkan jalur alternatif sebagai pengganti rute mikrolet dan KWK. Nurrahman berpendapat, jalur Kampung Melayu-Matraman dapat dijadikan rute alternatif itu."Adanya mikrolet yang bersinggungan dengan busway koridor V dan VII tidak usah dimasalahkan. Tarif mikrolet lebih murah dan dapat berhenti di mana saja, sementara busway harus di halte tertentu," katanya.Puluhan perwakilan sopir mikrolet dan KWK mendatangi DPRD DKI. Hingga pukul 15.30 WIB mereka masih bertemu dengan Wakil Ketua Komisi D Mukhayar.Sebelumnya 2.704 mikrolet yang bersinggungan dengan rute busway koridor V dan VII melakukan mogok massal di lima titik, yakni Senen, Kramat, Kampung Melayu, Cililitan, dan Pasar Rebo.Mereka menuntut pembangunan busway koridor V dan VII ditunda. Mereka menilai pembangunan jalur busway itu dapat mematikan usaha mereka akibat pengalihan penumpang ke armada busway. Akibat aksi tersebut, ratusan penumpang terlantar. (ken/sss)


Berita Terkait