Warga Bali Gelar Upacara Pakelem di Lumpur Lapindo

Warga Bali Gelar Upacara Pakelem di Lumpur Lapindo

- detikNews
Kamis, 05 Okt 2006 14:04 WIB
Denpasar - Bencana lumpur PT Lapindo di Porong, Sidoarjo, membawa keprihatian warga Bali. Sebagai bentuk solidaritas, mereka akan melakukan upacara pakelem, sebuah upacara persembahan kepada alam dengan cara menenggelamkan berbagai jenis binatang di semburan lumpur. Upacara pakelem ini akan dilakukan tepat pada purnama kapat (keempat), Sabtu (7/10/2006). Ritual ini akan diikuti sekitar 45 warga Bali bersama empat orang pemangku (pemimpin upacara) yang tergabung dalam Tim Solidaritas Warga Bali untuk Sidoarjo. Upacara puncak akan dilakukan pada saat purnama kelima tanggal 5 November 2006. Pakelem adalah upacara persembahan kepada alam supaya tidak murka atau terjadi bencana. Pakelem juga dilakukan untuk menetralisir alam setelah terjadi bencana alam. Upacara pakelem di Bali, hewan yang telah disucikan akan ditenggelamkan di danau, laut atau kawah gunung. Namun upacara pakelem ini tergolong unik karena dilakukan di media lumpur. "Kami melakukan upacara ini bukan untuk menutup semburan lumpur namun untuk berdoa semoga Tuhan memberikan jalan untuk mengatasi semburan lumpur ini," kata Gede Pasek Suardika selaku koodinator tim. Upacara pakelem akan dilakukan di lokasi tak jauh dari pusat semburan lumpur, yaitu titik 45. Binatang yang akan ditenggelamkan adalah yang tergolong langka dan sering digunakan sebagai sarana upacara di Bali. Binatang tersebut ada yang diperoleh dari luar Bali, antara lain binatang Pukang yang diperoleh dari Lampung sebanyak empat ekor, babi jantan kecil berwarna putih (babi putih butuan), bebek belang kalung (bebek bercorak seperti kalung di leher) dan ayam berwarna lima. Selain pakelem, mereka juga akan melakukan rangkaian prosesi upacara, yaitu guru piduka (memohon maaf kepada alam semesta) dan mecaru (memohon kestabilan alam). Sebelumnya, mereka akan memohon air suci di Pura Gunung Semeru. Selain itu juga memohon air suci di beberapa pura di Bali, antara lain Pura Besakih, Pura Ulun Danau Batur dan Pura Andakasa. "Semua sarana upacara akan dibawa langsung dari Bali dengan truk," kata Pasek. (gds/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads