Anthrax Merebak, Dinas Peternakan Kekurangan Vaksin

Anthrax Merebak, Dinas Peternakan Kekurangan Vaksin

- detikNews
Kamis, 05 Okt 2006 13:41 WIB
Makassar - Dinas Peternakan terus melakukan pencegahan merebaknya Anthrax di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan melakukan vaksinasi. Namun, kurangnya pasokan vaksin menjadi kendala bagi Dinas Peternakan setempat. Hal ini dikeluhkan oleh Abu Harun, kepala seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit Dinas Peternakan Gowa, ketika dihubungi lewat telpon. Menurut dia, saat ini pihaknya hanya memiliki 35.000 dosis vaksin. "Kami membutuhkan sedikitnya 60.000 dosis, karena jumlah ternak di Gowa mencapai 60.000 ekor," ujarnya.Harun mengungkapkan bahwa Dinas Peternakan Provinsi Sulsel sudah berjanji akan membantu kekurangan vaksin, namun janji itu belum terealisasi. Pihaknya menargetkan paling lambat akhir November 2006, semua sapi di Gowa sudah selesai divaksinasi Anthrax. Lebih lanjut, Harun mengatakan, Dinas Peternakan Gowa telah memberikan surat edaran kepada seluruh camat dan kepala desa agar ternak yang dikeluarkan atau dijual ke luar Gowa harus dilengkapi surat keterangan berbadan sehat dari Dinas peternakan. "Khusus Desa Maccini Baji diisolasi sama sekali, tidak boleh ada ternak yang keluardijual, karena sudah ada ternak sapi yang mati kena Anthrax," kata dia. Seperti diberitakan sebelumnya, di Dusun Borong Untia, 1 ekor sapi mati mendadak 17 September lalu. Dari hasil uji laboratorium Balai Veteriner Maros sapi itu positif Anthrax. Sebelumnya dari tanggal 2 sampai 17 september 2006, 5 ekor sakit mendadak, namun tidak sempat meti karena langsung dipotong pemiliknya. Pada Mei sampai Juni lalu 3 ekor sapi juga mati mendadak dan diduga terkena bakteri Anthrax pula. (gun/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads