Kantor Menhut Dipenuhi Asap
Kamis, 05 Okt 2006 11:52 WIB
Jakarta - Setelah kantor Menko Kesra Aburizal Bakrie digenangi lumpur Lapindo Brantas Inc, kini giliran kantor Menhut MS Kaban yang menjadi sasaran aksi LSM lingkungan internasional Greenpeace.'Kado' untuk Kaban bukan lumpur, melainkan asap sebagai simbol protes terhadap aksi pembakaran hutan. Kantor Dephut di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2006), tampak putih dengan asap yang mengepul di pintu masuk.Beberapa pegawai Dephut yang kebetulan berada di sekitar lokasi tampak menutup hidung, meski asap tidak berbau. Asap itu berasal dari 4 alat pengeluar asap yang biasa digunakan untuk pertunjukan musik."Asap ini tidak berbahaya," kata juru kampanye hutan Greenpeace, Hapsoro.Sebelumnya, dua anggota Greenpeace turun dengan tali dari lantai 2 kantor Dephut. Mereka membentangkan satu spanduk berukuran 3 x 4,5 meter bertuliskan "Stop Forest Conversion".Greenpeace meminta pemerintah segera menghentikan semua praktek pembabatan dan pembakaran hutan di ekosistem gambut yang rentan, termasuk perluasan area baru untuk perkebunan kayu dan kelapa sawit. Mereka juga menuntut para pelaku pembakaran diusut tuntas secara hukum.Aksi damai yang dimulai pada pukul 10.00 WIB tersebut dijaga oleh puluhan polisi. Aksi tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Hingga pukul 11.45 WIB utusan Greenpeace masih bertemu dengan Menhut MS Kaban.
(ken/sss)











































