Buntut Tabrakan Pesawat Brasil, 2 Pilot AS Ditahan
Kamis, 05 Okt 2006 10:09 WIB
Rio de Janeiro - Musibah pesawat Brasil yang jatuh ke hutan Amazon berbuntut panjang. Otoritas Brasil menahan dua pilot AS yang menerbangkan jet eksekutif yang bertabrakan dengan pesawat Boeing 737-800.Kedua warga AS itu bisa dikenai tuduhan pembantaian atas kecelakaan yang menewaskan 155 orang itu. Demikian disampaikan pejabat kepolisian federal Brasil Geraldo Pereira seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (5/10/2006).Joseph Lepore dan Jan Paladino merupakan pilot dan kopilot jet bisnis Embraer Legacy 600 yang bersinggungan dengan Boeing 737-800 milik maskapai GOL pada 29 September lalu. Akibatnya, Boeing yang mengangkut 155 penumpang dan kru pesawat jatuh terhempas ke hutan Amazon. Tidak ada yang selamat. Sedangkan jet Legacy 600 dengan 7 orang di dalamnya berhasil mendarat darurat di pangkalan militer Brasil terdekat.Hakim Brasil memerintahkan untuk menyita paspor Lepore dan Paladino. Kepolisian federal di Rio de Janeiro akan menginterogasi keduanya untuk membandingkan pernyataan mereka sebelumnya kepada kepolisian Mato Grosso, tempat jatuhnya pesawat Boeing tersebut.Berbagai pertanyaan muncul seputar peristiwa tragis itu. Pihak investigator ingin mengetahui apakah sistem anti-tabrakan Legacy gagal berfungsi. Juga apakah benar pilot Legacy 600 menerbangkan pesawatnya di ketinggian yang sama dengan Boeing.Investigator juga akan menyelidiki kenapa pilot sempat mematikan radio pesawat. Padahal radio itu bisa berfungsi. Mereka menggunakan radio itu untuk mengeluarkan panggilan darurat dan akhirnya menemukan lapangan udara militer untuk mendarat darurat. Menurut Pereira, pilot berkebangsaan AS itu bisa menghadapi tuduhan pembantaian tanpa sengaja. "Kami akan menyelidiki pembantaian tanpa sengaja di pihak pilot. Dia tidak bermaksud membunuh, tapi dia mungkin tidak melakukan pencegahan yang diwajibkan dari seorang profesional terlatih," kata Pereira kepada stasiun lokal, Globo TV.Koran-koran Brasil ramai mengangkat spekulasi mengenai siapa yang menyebabkan tabrakan itu. Menurut harian Folha de Sao Paulo, jet Legacy 600 terbang di ketinggian yang salah, sehingga berada di jalur penerbangan pesawat GOL.Namun menurut surat kabar O Estado, pilot jet Legacy 600 mengatakan kepada polisi bahwa mereka telah mendapat izin dari pengawas lalu lintas udara di Brasilia untuk terbang di ketinggian 37 ribu kaki. Akan tetapi, para pengawas lalu lintas udara Brasil membantahnya. "Tidak ada pesawat yang menghubungi dan meminta otorisasi, menara pengendali juga tidak memerintahkan siapa pun untuk mengubah ketinggian," cetus panglima Aeronatika Luiz Carlos Bueno.
(ita/nrl)











































