Paus Tetap ke Turki
Kamis, 05 Okt 2006 06:34 WIB
Roma - Para pejabat Italia dan Vatikan berusaha meredam dampak pembajakan pesawat Turkish Airlines terhadap rencana kunjungan Paus Benediktus XVI ke Turki. Mereka menegaskan tidak ada rencana untuk membatalkan kunjungan Sri Paus ke Turki pada 28 hingga 30 November.Hakan Ekinci, pelaku pembajakan yang kemarin terancam ditahan setibanya di Turki, masuk ke kokpit sekitar 20 menit setelah pesawat lepas landas dari Tirana, Selasa petang. Ia mengancam pilot dengan sebuah bungkusan yang katanya berisi bom. Sebelumnya dia sudah menulis surat kepada Sri Paus dan meminta bantuan agar terhindar dari wajib militer Turki dan meminta suaka politik di Italia sebelum menyerahkan diri. Tiga perempuan penumpang warga Turki, yang sebelumnya dicurigai sebagai anggota komplotan Ekinci, kemarin dibebaskan karena diyakini tak punya kaitan apa pun dengan sang pembajak. "Mereka tak punya hubungan dengan pembajak dan sudah meninggalkan Italia pagi ini," kata Menteri Dalam Negeri Italia Giuliano Amato seperti dilansir AFP, Kamis (5/10/2006).Gubernur Istanbul Mummer Guler sebelumnya menyatakan, Ekinci yang berusia 28 tahun tampaknya bertindak sendirian meski ia berusaha meyakinkan pilot bahwa ia membawa komplotan di dalam pesawat.Sebelumnya, Selasa lalu, pesawat Turkish Airlines yang mengangkut 107 penumpang dibajak dan dipaksa terbang ke Italia saat terbang dari Tirana (Albania) ke Istanbul. Setelah pilot mengirim sinyal yang menginformasikan terjadinya pembajakan, pesawat dipaksa Angkatan Udara Italia mendarat di kota Brindisi, tempat semua penumpang diselamatkan.
(wiq/wiq)











































