Rp 721 Miliar untuk Banjir Jakarta
Kamis, 05 Okt 2006 00:52 WIB
Jakarta - Menghadapi banjir akibat hujan dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan datang pada medio Oktober ini, dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan biaya sebesar Rp 721 miliar.Rincian biaya itu yakni Rp 400 miliar untuk meneruskan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) dan Rp 321 miliar untuk biaya pengerukan kali serta pembangunan pompa air."Antisipasi banjir selalu menjadi program focus Dinas PU," ujar Kepada Sub Dinas (Kasubdis) Pengembangan Sumber Daya Air dan Pantai Dinas PU, I Gede Nyoman Soewandi, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2006).Menurut Nyoman, pada awal Oktober ini, Dinas PU telah melakukan pengerukan kali Cipinang Sunter, dari jembatan I Gusti Ngurah Rai hingga jembatan Pulau Gadung sejauh 3,5 km dan kedalaman 1,5 meter. Selain itu juga melebarkan kali Cideng karena di kali itu terjadi penyempitan."Juga membangun pompa air waduk Melati, waduk jalan Kapuk I, jalan Kapuk II, waduk Kedoya, Kapuk Muara dan Muara Angke," tambahnya.Sebelumnya, Kepala Dinas PU Wishnu Subagyo Yusuf mengatakan terdapat 78 titik rawan banjir di Jakarta. Untuk mengantisipasi datangnya musibah banjir itu, PU akan bekerja keras dengan berkoordinasi dengan unit-unit terkait, seperti BMG, Dinas Bintal Kesos dan Dinas Perhubungan."Memang kelihatannya kok dari tahun ke tahun sama saja, tetapi kami terusbekerja maksimal untuk mengantisipasi banjir dengan membangun BKT yang akan menjadi solusi mengatasi banjir di Jakarta," imbuh Wishnu.Di gedung DPRD Muhayar Rustamuddin, Wakil Ketua Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur Sutiyoso untuk bekerja keras mengatasi banjir. "Kalau masih ada banjir yang merugikan masyarakat, berarti tidak ada peningkatan kerja unit-unit terkait, padahal anggaran yang dikeluarkan untuk atasi banjir cukup besar," tandas politisi asal PKS itu.
(nik/wiq)











































