Jelang Hari Raya, Stok Bahan Pokok di Sumut Cukup
Kamis, 05 Okt 2006 00:14 WIB
Medan - Stok bahan pokok di Sumatera Utara (Sumut) cukup untuk menghadapi hari besar keagamaan dari mulai bulan suci Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Bahan pokok dimaksud mencakup beras, gular pasir, terigu, minyak goreng, daging sapi, kerbau, dan telur. Demikian disampaikan Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Sumatera Utara (Infokomsu) Eddy Syofian, dalam rilis yang diterima detikcom di Medan, Rabu (4/10/2006). "Ketersediaan beras di Sumut cukup untuk tiga bulan ke depan. Sampai dengan akhir Agustus 2006 ketersediaan beras sebanyak 841.535 ton dengan kebutuhan asumsi rata-rata 168.000 ton per bulan. Dengan demikian diperkirakan stok beras cukup untuk kebutuhan lebih dari tiga bulan ke depan," katanya. Dikatakannya, kondisi pertanian padi sejak awal September 2006 sudah memasuki masa panen dan pada akhir September sudah memasuki masa panen raya. Data dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara menunjukkan, hingga akhir Desember 2006 Sumatera Utara akan memiliki stok beras sebanyak 760 tibu ton. Sedangkan ketersediaan gula pasir di Sumut juga cukup aman dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Total stok yang tersedia sebesar 36.550 ton yang ada pada distributor, subdistributor, grosir dan pengecer. Untuk tepung terigu dalam negeri, setiap bulannya dipasok oleh PT. Bogasari cabang Medan sebesar 14 ribu ton. Sedangkan tepung terigu diimpor oleh importir terdaftar rata-rata 40 ribu ton per bulan. Menghadapi bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1427 H, Bogasari pada bulan September dan Oktober 2006 meningkatkan pasokannya masing-masing 20 ribu ton sehingga ketersediaan tepung terigu dapat dikendalikan. "Sedangkan minyak goreng, setiap bulannya pasokan 2.095.434 ton, sedangkan kebutuhan 135 ribu ton. Selebihnya minyak goreng tersebut didistribuskan melalui antar pulau ke pulau Jawa, Bali dan diekspor," tambah Eddy. Eddy juga menjelaskan soal permintaan daging sapi dan kerbau menjelang hari-hari besar keagamaan terutama menyambut Idul Fitri yang mengalami peningkatan dari kebutuhan normal. Diperkirakan kenaikan permintaan daging mencapai 200 persen pada H-3 sampai dengan H-1 dengan jumlah sapi/kerbau 2.280 ekor. "Kenaikan permintaan itu dapat ditanggulangi dari stok sapi potong dari kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Asahan sebanyak 3 ribu ekor," paparnya. Sementara untuk daging ayam diperkirakan menjelang Hari Raya Idul Fitri juga terjadi peningkatan permintaan sebesar 30 persen dari permintaan normal. Permintaan normal setiap hari sebanyak 75.500 ekor akan meningkat menjadi 98.150 ekor per hari. Sedangkan untuk permintaan telur ayam ras akan mencapai 50 persen dari kebutuhan normal 206 ton per hari, dengan produksi telur per hari 375 ton per hari. Untuk mengantisipasi ketersediaan telur ayam sudah diminta kepada peternak untuk tidak menjual telur ayam ke daerah Riau dan Jabotabek, karena daerah ini merupakan pendistribusi hasil produk di masa normal.
(rul/wiq)











































