Roberts Si Penebar Maut yang Punya Masa Lalu Kelam
Rabu, 04 Okt 2006 14:26 WIB
Pennsylvania - Korban tewas akibat teror penembakan yang dilakukan seorang sopir truk di sekolah Pennsylvania, AS, bertambah banyak. Dua lagi korban aksi brutal Charles Roberts menghembuskan nafas terakhir. Sejauh ini berarti sudah 5 anak perempuan yang meninggal ditembak ayah tiga anak itu. Sedangkan lima korban lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit, bahkan empat di antaranya dalam kondisi kritis.Roberts yang bunuh diri setelah merenggut nyawa anak-anak tak bersalah itu, ternyata punya masa lalu kelam. Pria berusia 32 tahun itu pernah melakukan pelecehan seksual pada anak-anak sekitar 20 tahun lalu.Demikian disampaikan Komisioner Kepolisian Negara Bagian Pennsylvania Jeffrey Miller seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/10/2006).Dikatakan Miller, pengakuan soal pelecehan seksual itu terungkap dari percakapan telepon antara Roberts dan istrinya, beberapa menit sebelum pembantaian itu terjadi."Dia bilang 'Saya tidak pulang,' dan dia mengatakan 'Saya menggangu beberapa anak kecil yang umurnya tiga atau empat tahun, 20 tahun lalu," kata Miller."Dalam pesan bunuh dirinya, dia mengatakan kalau dia bermimpi mengganggu lagi," ujar Miller. Dalam surat yang ditulis Roberts, pria itu juga menyebut-nyebut soal kemarahannya kepada Tuhan atas kematian bayi perempuannya sembilan tahun silam."Roberts marah kepada Tuhan karena mengambil anaknya seperti yag disebutkan dalam pesan bunuh diri itu," tutur Miller.Istri Roberts mengungkapkan, suaminya itu trauma dengan kematian putri mereka yang meninggal hanya 20 menit setelah dilahirkan.
(ita/nrl)











































