Panglima Bantah Senjata Eric Cs untuk Pasukan TNI ke Libanon

Panglima Bantah Senjata Eric Cs untuk Pasukan TNI ke Libanon

- detikNews
Rabu, 04 Okt 2006 13:44 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto menegaskan, TNI tidak pernah memesan alat pasukan khusus (alpasus) untuk melengkapi pasukan perdamaian TNI ke Libanon melalui kelompok Eric Wotulo yang tertangkap di Amerika Serikat."Pasukan perdamaian yang ke Libanon juga menbawa night vision goggle. Tapi bukan yang dipesan dari 3 orang itu. Jadi jangan keliru menangkap. Kita sudah punya," tegas Djoko usai menghadap Presiden SBY untuk melaporkan persiapan upacara peringatan HUT TNI, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (4/10/2006).Djoko menambahkan dirinya sudah mengecek kepada jajaran di bawahnya baik di TNI AD, TNI AL dan TNI AU apakah ada kontrak pemesanan senjata melalui kelompok Eric Wotulo."Saya sampaikan belum ada kontrak untuk itu di TNI. Jadi TNI itu kalau kontrak, persyaratan-persyaratan administrasinya masuk, itulah (rekanan) yang diakui TNI. Di luar itu bisa saja orang membawa (nama TNI)," ujarnya.Menurut Djoko, peralatan seperti night vision goggle adalah peralatan yang dijual bebas di negara-negara seperti Rusia dan Eropa Timur lainnya. Namun di AS night vision goggle termasuk dalam defense article yang terbatas."Kalau beli harus melalui export license. Nah kalau kita mau beli, persyaratan export license itu harus ditunjukkan oleh rekanan kita. Kalau nggak ada itu, nggak akan dipakai sama kita," imbuh Djoko.Lebih lanjut Djoko mengatakan, dirinya sebagai Panglima TNI tidak bisa melarang setiap purnawirawan TNI maupun anggota keluarga TNI untuk melakukan bisnis. Jika mereka kemudian terlibat masalah, secara struktural, institusional, organisasi, maupun secara hierarkis, TNI tidak akan membantu."Purnawirawan itu tidak ada lagi hubungan hirarkis dengan TNI, bahwa dia ada hubungan emosional dengan TNI, ya. Tapi apa yang dia perbuat setelah dia jadi purnawirawan itu lepas dari tanggung jawab TNI. Tidak boleh saya melarang mereka bisnis dong," tandas Djoko.Selain Eric, AS juga menangkap kolega pensiunan brigjen TNI AL tersebut yaitu Haji Subandi (69) dan Osman, warga Singapura. Sedangkan dalam kasus kedua, 3 WNI lainnya juga dibekuk. (bal/nrl)


Berita Terkait