Panglima Bantah Transformasi Bisnis TNI Telah Gagal

Panglima Bantah Transformasi Bisnis TNI Telah Gagal

- detikNews
Rabu, 04 Okt 2006 13:34 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto membantah sinyalemen transformasi bisnis TNI gagal. Menurutnya 1.500 bisnis TNI sudah diserahkan datanya ke Dephan maupun ke Menneg BUMN untuk dikaji."1.500 Bisnis TNI sudah diserahkan ke Dephan dan tim supervisi transformasi bisnis TNI. Jadi apanya yang belum? Sekarang itu ada di Dephan dan Menneg BUMN. Kalau ada sinyalemen transformasi bisnis TNI gagal, saya tolak dengan tegas. TNI sudah dengan sukarela dan keinsyafannya untuk menyerahkan," tegas Djoko.Hal itu disampaikan Djoko usai acara tabur bunga menjelang HUT ke-61 TNI di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2006).Ditambahkan Djoko, di dalam UU 34/2004 tentang TNI memang disebutkan TNI harus mengalihkan bisnis militernya dalam waktu 5 tahun. Namun Jenderal TNI Purn Endriartono Sutarto yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI menyatakan proses pengalihan itu bisa selesai dalam tempo 4 tahun, dan itu sudah diserahkan ke Dephan.Djoko menyatakan, reformasi TNI tidak pernah gagal dan tidak pernah berhenti. Namun dia memaklumi bila reformasi di tubuh TNI hingga kini tidak pernah selesai, tapi TNI menjalankannya dengan sepenuh hati."Kalau di sana-sini masih ada yang belum sesuai dengan harapan masyarakat dan TNI, serta masih ada pelanggaran yang harus ditertibkan, itu bukan berarti reformasi berhenti atau gagal. Reformasi masih dalam proses yang dinamis," ujar dia.Tuntutan reformasi saat ini dan di masa datang berbeda. Namun, lanjut Djoko, saat ini TNI selalu berkomitmen untuk memperbaharui dan memperbaiki tatanan. (san/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads