Depkes Bantah Kampanye 'Waspada Flu Burung' Gagal
Rabu, 04 Okt 2006 12:24 WIB
Jakarta - Meski flu burung terus memakan korban jiwa, Depkes membantah kampanye penanggulangan flu burung belum gagal. Berhasil tidaknya kampanye flu burung tergantung dari masyarakat untuk mencegah virus maut itu."Kampanye itu suatu proses yang berkelanjutan, tidak sekejap. Flu burung ini kan penyakit baru, kecuali penyakit lama dan berlangsuing sampai sekarang. Jadi tidak bisa kampanye ini dinilai gagal," kata Sekjen Depkes Dr Syafii Ahmad.Hal ini disampaikan Syafii usai acara peresmian pasar murah di Auditorium Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2006).Menurut dia, sosialisasi dan kampanyenya yang lebih diintensifkan.Syafii menjelaskan, indikator berhasil tidaknya kampanye flu burung adalah terwujudnya hidup bersih dan sehat dari masyakarat untuk mencegah dirinya dari penularan flu burung."Sudah 28 provinsi dinyatakan endemik flu burung. Jadi potensial terjadi kasus flu burung pada manusia," ujarnya.Data terbaru Depkes per 29 September 2006, ada 69 kasus flu burung di Indonesia, 52 orang di antaranya meninggal, termasuk 2 kasus terakhir di Bandung dengan inisial Wil (20) dan Kris (17) yang kini dirawat di RS Hasan Sadikin, Bandung.Diperhitungkan anggaran flu burung untuk 2007 mencapai sekitar Rp 500-600 miliar."Dana tersebut termasuk ke dalam anggaran kesehatan yang diajukan ke DPR sebesar Rp 25 triliun. Cuma baru disetujui Rp 15,08 triliun," terangnya.
(aan/sss)











































