Kapolri Didesak Beberkan Lonjakan Kekayaannya
Rabu, 04 Okt 2006 11:18 WIB
Jakarta - Lonjakan kekayaan Kapolri Jenderal Pol Sutanto hingga 150 persen mengundang tanda tanya sejumlah kalangan. Agar tidak menimbulkan fitnah, Kapolri diminta menjelaskan asal-muasal hartanya."Kalau KPK punya data, lebih bagus ikut menjelaskan, tetapi lebih elegan kapolri sendiri karena menyangkut dirinya," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Almuzammil Yusuf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2006).Menurut dia, penjelasan kapolri sangat penting karena selama ini kapolri telah mengukir prestasi yang cukup baik."Saya yakin beliau tidak akan merusak reputasinya dengan hal-hal yang tidak patut," ujar politisi PKS ini.Bagaimana dengan kenaikan harta yang drastis? "Mungkin saja beliau investasi, kalau setiap bulan untung Rp 100 juta, mungkin saja. Belum lagi ditambah tunjangan keberhasilannya selama ini," terang Almuzammil.KPK pada 3 Oktober 2006 mengumumkan daftar kekayaan Sutanto dalam tempo 5 tahun melonjak nyaris 150 persen. Kenaikan yang fantastis terjadi pada kenaikan giro, tabungan, dan kas milik Sutanto dari Rp 75 juta mejadi Rp 4,2 miliar.
(aan/sss)











































