Sutanto Tidak Jujur, Jenderal Lain Dapat Ikut Perkaya Diri

Sutanto Tidak Jujur, Jenderal Lain Dapat Ikut Perkaya Diri

- detikNews
Rabu, 04 Okt 2006 08:35 WIB
Jakarta - Kekayaan Kapolri Jendral Sutanto yang naik hingga 150 persen lebih dalam kurun waktu kurang dari lima tahun dinilai sangat tidak logis. Tapi Sutanto harus menjelaskannya, karena kalau tidak Jenderal lain bisa ikut memperkaya dirinya. "Kalau tidak dijelaskan saya khawatir nantinya para Jendral lain bisa ikut berlomba memperkaya diri. Selain itu KPK juga harus terus menginvestigasi kekayaan Sutanto," kata Ketua Presidium Police Watch Neta S Pane saat dihubungi detikcom, Rabu (4/10/2006).Menurutnya, kenaikan kekayaan pejabat tinggi memang selalu menjadi pertanyaan yang penting karena hal tersebut adalah masalah yang serius dan sensitif. "Tapi sebagai pejabat publik kenaikan itu kurang logis, tapi mungkin-mungkin saja, misalnya dia punya warisan. Kita tidak bisa berprasangka dulu," jelas Neta menjelaskan, tekad Sutanto pada saat pertama kali menjabat sebagai Kapolri akan luntur kalau kekayaan yang didapatnya itu tidak dapat dijelaskannya. "Dengan adanya penjelasan Sutanto dapat membangun citra positif Polri dan menguatkan citra Sutanto. Kalau tidak niat membersihkan polisi bisa menjadi hanya sekedar impian," pungkasnya.Dalam pengumuman yang dikeluarkan KPK, daftar kekayaan Sutanto dalam tempo 5 tahun melonjak nyaris 150 persen. Kenaikan yang fantastis terjadi pada kenaikan giro, tabungan, dan kas milik Sutanto dari Rp 75 juta mejadi Rp 4,2 miliar. (krs/ary)


Berita Terkait