Sejumlah Daerah di Sumut Rawan Longsor
Rabu, 04 Okt 2006 00:25 WIB
Medan - Curah hujan di sebagian daerah Sumatera Utara (Sumut) diprediksi cukup tinggi pada Oktober ini. Masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor. Imbauan ini disampaikan terutama untuk warga yang berada di kawasan pantai timur, seperti Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Asahan, Deli Serdang, Kota Medan serta sepanjang jalan lintas Sumatera."Di bulan Oktober ini, harus diwaspadai akan bahaya banjir dan longsor. Khususnya di daerah Pantai Timur. Karena curah hujannya cukup tinggi dan hal ini sangat sulit untuk dikontrol lewat peralatan yang canggih," kata Kepala Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I Medan, Gito Hutapea, kepada wartawan di Aula Dinas Informasi dan Komunikasi Sumut, Jl Adinegoro Medan, Selasa (3/10/2006).Menurut Gito, kesulitan ini karena Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan hingga sekarang masih menggunakan alat manual. Termasuk untuk memantau perubahan cuaca. Disebutkannya, perubahan cuaca ekstrim, gempa dan tsunami akhir-akhir ini semakin sering terjadi dan telah menelan korban yang cukup banyak.Peristiwa yang sama bisa saja terjadi di musim penghujan seperti sekarang ini. Apalagi jika diiringi badai angin yang cukup kencang dari Lautan Cina yang bisa menimbulkan banjir dan longsor.Sebenarnya, masalah kelabilan tanah juga menjadi pendukung terjadinya longsor atau pun dan banjir . Namun curah hujan yang tinggi, dapat dikatakan sebagai kemungkinan penyebab utama. Banjir sering terjadi saat ketinggian air melebihi tingkat normalnya dan biasanya banjir seperti ini kebanyakan datangnya dari daerah aliran sungai (DAS) atau dari laut jika terjadi di sepanjang garis pantai. "Hal seperti inilah yang tentunya harus diwaspadai masyarakat. Karena dengan datangnya banjir kiriman yang bisa menjebol bendungan sungai seperti sekarang ini mengakibatkan daerah Padang Bulan dan Simalingkar, Kampung Lalang di Medan, menjadi sasaran utama banjir dari pegunungan," jelas Gito. Disebutkannya, banjir yang melanda kawasan Padang Bulan, Simalingkar, dan Kampung Lalang itu disebabkan tak terbendungnya lagi air, akibat curah hujan yang cukup tinggi dari pegunungan. Banjir ini juga dikhawatirkan akan melanda daerah-daerah lainnya seperti sepanjang Sungai Deli yang bisa meluap saat warga tertidur. "Dari pengalaman yang sudah-sudah, bencana itu datang saat kita lengah. Sebagai bukti ketika tsunami di Aceh, gempa tektonik di Nias dan banjir bandang di Bahorok, Langkat terjadi pada saat hari libur. Artinya, melihat tanda-tanda ini, kita harus waspada," ujarnya. Menyinggung tentang kabut asap yang melanda Kota Medan hingga ke Singapura, akibat kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera Selatan dan Riau, Gito menyatakan dengan datangnya hujan seperti sekarang ini, diharapkan dapat mengurangi kabut asap tersebut.
(rul/ary)











































