Polri Diimbau Hilangkan Marginalisasi Polwan

Polri Diimbau Hilangkan Marginalisasi Polwan

- detikNews
Selasa, 03 Okt 2006 20:29 WIB
Jakarta - Peranan polwan saat saat ini masih dianggap sebagai penegak moral dibanding disebut sebagai penegak hukum. Kondisi ini menandakan posisi polwan masih berada pada posisi marjinal."Kondisi ini harus segera dihilangkan secara bertahap. Baik dari sisi rekrutmen, sisi pendidikan, atau sistem jenjang karir. Harus seimbang antara polisi laki-laki dan perempuan. Jangan ada lagi pendikotomian antara keduanya," kata peneliti dari Partnership, Fitriana Rachman.Hal itu disampaikan Fitria dalam sebuah workshop "Strategi dan kebijakan Pengembangan Polwan Polri" di Hotel Milenium, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (3/10/2006). Selain workshop, dalam acara ini juga diluncurkan buku "Wanita Berseragam: Sebuah Kajian dalam Rangka Meningkatkan Jumlah dan Peranan Polisi Wanita".Menurut Fitriana, marginalisasi itu sudah mulai terjadi sejak pada proses rekrutmen. Jumlah perempuan yang diterima sebagai polisi akan sangat sedikit dibanding dengan laki-laki. Marginalisasi ini terus ebrlanjut pada jenjang pendidikan. Sehingga, jumlah perempuan yang menjadi polisi hanya berkisar 2,3 persen dari seluruh aparta kepolisian."Minmnya jumlah polwan ini membuat penempatan anggota polwan tidak merata di setiap satuan unit yang ada," jelasnya. (ary/ary)


Berita Terkait