Aku Perlu Pekerjaan, Pak Presiden! Aku Juga Perlu Istri!

Aku Perlu Pekerjaan, Pak Presiden! Aku Juga Perlu Istri!

- detikNews
Selasa, 03 Okt 2006 18:16 WIB
Jakarta - Barangkali memang rakyat kita sudah nyaris frustasi dengan tidak kunjung membaiknya perekonomian Indonesia pasca krisis 1998. Berbagai upaya bertahan terus dijalankan, walau terkendala banyak hal. Setidaknya kesan inilah yang muncul usai menyimak kutipan beberapa SMS dan surat pengaduan yang diterima SMS dan Kotak Pos 9949. Kutipan tersebut dimuat dalam buku Rakyat Mengadu, Presiden Menjawab yang diluncurkan Selasa (3/10/2006). Porsi aduan terbesar adalah kesulitan mendapatkan perkerjaan dan tambahan penghasilan. Masih sempitnya lapangan kerja, membuat putus asa mereka-mereka yang diharapkan menjadi pencari nafkah bagi keluarga. Berikut cuplikan dari beberapa pengaduan itu; - "Pak Presiden, saya sudah dua kali test CPNS, dua kali gagal. Tolong bantu Pak" dari Melly Utami, putri seorang penarik becak di Lampung. - "Masih adakah harapan menikmati perbaikan tunjangan veteran?" dari Mad Sodik, Ciamis. - "Pak...saya minta bantuan buat modal dagang di kantin. Gaji saya cuma Rp 450 ribu, anak ada tiga," dari Fauziah, Palangkaraya. Tapi tidak sedikit yang menyampaikan hal remeh temeh seolah SBY adalah Santa Claus yang bisa mengabulkan semua permintaan. Berikut cuplikan beberapa di antaranya: - "Bapak Presiden YTH. Tolong No.HP ini diisi pulsa. Demi kepentingan agama. Barangkali nanti betul-betul bisa menolong di akhirat" dari 081xx4008xxx - "Memohon diberikan handphone. Suami memang telah memiliki handphone tapi tidak diperbolehkan SMS" dari Rika Prapty. - "Aku perlu pekerjaan, Pak Presiden! Aku juga perlu istri! Aku ingin punya pacar. Please help me! You are The President, right" dari lulusan S1 Asitektur dengan IP 3,3 dan TOEFL 450. Semua pengaduan di atas tetap dibalas oleh staf pengelola SMS dan Kotak Pos 9949 atas nama Presiden. Tapi tidak semua permintaan bantuan yang masuk dipenuhi. Tiga dari beberapa yang mendapat tanggapan positif adalah; - Bantuan uang pribadi SBY untuk pembelian kaki palsu baru bagi Lili korban kecelakaan KA di Cilacap. - Operasi pencabutan empat peluru dari tubuh Filimino Da Costa, anggota Yon Infrateri 744 yang terluka dalam pertempuran di Liquisa, Timor Timur pada 1977. - Pengobatan bagi RM Achmad H.Y. yang kehilangan penglihatan dan lumpuh akibat malpraktek. Di luar pengaduan kesulitan hidup, sebagian besar pengaduan yang diterima berisi tentang buruknya layanan publik. Seperti calo paspor yang di kantor-kantor imigrasi, bertele-telenya waktu untuk pengurusan surat-surat tanah, intimidasi dari oknum Dirjen Pajak, sampai kualitas fasilitas infrastuktur jalan. (lh/nrl)


Berita Terkait