Menhub Heran Pilot Terbangkan Mandala di Tengah Asap Tebal
Selasa, 03 Okt 2006 16:11 WIB
Jakarta - Menhub Hatta Rajasa tak sabar ingin mengetahui pertimbangan pilot Mandala memutuskan terbang padahal asap tebal tengah mengamuk yang berakibat pesawat tergelincir di Bandara Tarakan. "Yang ingin saya ketahui, mengapa dalam kondisi asap tebal, mengambil risiko terbang. Itu yang harus saya cek," ujar Hatta menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai rapat Kabibet Terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (3/10/2006). Menurut Hatta, seiring bertambahnya titik api di Kalimantan beberapa hari terakhir, maka otomatis wilayah tersebut rawan untuk kegiatan penerbangan akibat minimnya jarak pandang. Seharusnya dalam kabut asap setebal itu, pilot tidak memutuskan dan diizinkan untuk terbang. Pesawat Mandala Airlines Boeing 737-200 tergelincir masuk di rawa-rawa pembatas landasan pacu Bandara Juwata, Tarakan, Kaltim, dengan alasan asap yang mengganggu jarak pandang. Bagian sayap, mesin dan roda bagian kanan rusak karenanya. Beberapa dari 104 orang penumpang yang diangkutnya dari Balikpapan, mengalami luka-luka. Tapi sejauh ini tidak ada yang menjadi korban jiwa.
(lh/nrl)











































