Beribadah Terasa Lebih Khusuk

Masjid Sejarah di Pekanbaru (2)

Beribadah Terasa Lebih Khusuk

- detikNews
Selasa, 03 Okt 2006 15:20 WIB
Beribadah Terasa Lebih Khusuk
Jakarta - Sebagian besar masyarakat di Pekanbaru merasa bisa lebih khusuk melaksanakan ibadah di masjid tertua di Pekanbaru, Masjid Sejarah. Itu sebabnya, hingga sekarang, masjid ini banyak dikunjungi masyarakat. Masjid ini terletak di jantung kota Pekanbaru. Masyarakat di sekitar masjid, lebih banyak didominasi oleh warga keturunan yang non muslim. Namun masjid ini tidak akan pernah sepi. Masyarakat yang rumahnya jauh dari pusat kota juga berdatangan hanya untuk sekadar ibadah maupun ada yang beristirahat di sana."Sewaktu saya masih kecil, ayah saya sering mengajak saya salat di masjid ini. Setelah saya dewasa, saya pun masih suka salat di sini, dan apa yang dikatakan orang tau saya dulu benar adanya. Saya juga merasa lebih bisa khusuk untuk beribadah," kata Zanzibar Nong, (54) anggota DPRD Riau saat ditemui detikcom, Senin (2/10/2006) di Masjid Sejarah Pekanbaru itu. Zanzibar meneceritakan, dulunya memang rumah mereka tak begitu jauh dari lingkungan masjid yang dibangun kesultanan Siak IV itu. Namun setelah berumah tangga, dia pindah dan tinggal sangat berjauhan dengan masjid tersebut. "Sekarang ini jarak rumah saya malah lebih dekat ke Masjid Agung yang bangunannya sangat megah dan memiliki halaman yang cukup luas. Tapi entah mengapa, saya lebih suka salat di masjid Sejarah ini. Semacam ada kekuatan lain yang bisa membuat kita salat lebih khusuk," kata Zanzibar. Cerita yang sama juga disampaikan Hj. Nursaidah (56) yang ditemui detikcom tengah beristirahat di masjid yang juga dijuluki juga Masjid Raya Pekanbaru. Wanita yang sudah berusia itu menyebut, dulunya ketika dia masih kecil juga sering diajak orangtuanya salat di masjid ini."Setiap ayah saya habis berjualan di pekan, pasti singgah di masjid untuk salat.. Sekarang kebiasaan ayah saya itu masih saya turunkan pada anak-anak saya. Rasanya salat di sini kok bisa lebih merasa khusuk," kata Nursidah yang memiliki usaha berdagang keramik di Pasar Bawah Pekanbaru. Walau rumah Nursaidah berada di Kecamatan Panam, atau sekitar 15 km dari masjid itu, namun dia saban hari tetap menyempatkan diri beristirahat di sana. Kesempatan ini bisa dia dapatkan, karena tempat dagangan keramiknya di Pasar Bawah itu hanya berjarak 100 meter dari mesjid raya tersebut."Setiap tiba waktunya salat, saya lebih memilih di masjid ini, walau di sekitar pasar juga terdapat musala. Hati saya kok lebih tenteram kalau salat di sini. Masjid ini penuh karismatik," kata dia. (cha/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads