Unggas di Semarang Positif Terjangkit AI
Selasa, 03 Okt 2006 13:59 WIB
Semarang - Setelah dites secara sederhana, sejumlah unggas di Lebdosari, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang diketahui terjangkit Avian Influenza (AI). Dalam waktu dekat, kawasan tersebut akan disterilisasi. Informasi adanya penyakit AI bermula ketika puluhan ayam milik Solikin dan Karsono (60) mati mendadak Senin (2/10/2006) kemarin. Keduanya langsung melaporkan kejadian itu ke dinas pemerintah dan Selasa (3/10/2006), unggas keduanya dites. Setelah melakukan rapid test (tes cepat), Dinas Pertanian Semarang menemukan dua tanda merah pada alat mereka. Hal itu menandakan ayam tersebut telah tertular virus H5NI. Selain melakukan tes, petugas juga mengambil sampel darah unggas milik Karsono. Ketika dengan rapid test unggas di daerah itu dipastikan terjangkit AI, maka petugas membakar tiga ekor, dua disembelih, dan dua anak ayam disembelih, untuk kemudian ditanam. "Ya daripada menulari, lebih baik dibakar atau dibunuh saja," kata Solikin tenang di rumahnya, Jalan Dr Suratmo. Untuk lebih memastikan adanya penyakit AI, petugas juga memvaksin semua unggas milik Solikin dan Karsono. Jika tak mati dalam 5 hari, maka unggas itu akan dites ulang. Namun jika unggas itu mati, maka semua unggas dalam radius 1 KM harus dimusnahkan karena dapat disimpulkan virus H5NI telah menyebar. Kepala Seksi Hewan Dinas Pertanian Semarang Totok Sutanto menyatakan, pemusnahan unggas adalah salah satu prosedur tetap penanggulangan penyakit AI. Dengan cara itu, penyebaran penyakit mematikan itu dapat diminimalisir. "Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan vaksinasi dan penyemprotan pada kandang di kawasan ini. Ini dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel darah unggas yang tadi sudah kami ambil," jelasnya.
(try/asy)











































