Kekerasan di Poso Masih Dilakukan Pemain Lama

Kekerasan di Poso Masih Dilakukan Pemain Lama

- detikNews
Selasa, 03 Okt 2006 13:36 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah, masih sering dilakukan oleh pemain lama. Karena itu, kekerasan di Poso harus diselesaikan secara menyeluruh.Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (3/10/2006)."Mungkin pelaku pengeboman kemarin salah satu kelompok yang melakukan pengeboman pada 31 Desember 2005. Karena itu hendaknya pengeboman 31 Desember 2005 diungkap terlebih dahulu," kata Trimedya.Menurut politisi dari PDIP ini, pemerintah harus serius menuntaskan kasus-kasus kekerasan di Poso yang terjadi di masa lalu. Jika tidak, keadaan dan keamanan di Poso tidak akan pernah kondusif."Pengungkapkan kasus-kasus di masa lalu, seperti pengeboman pada 31 Desember 2005 itu adalah utang Polri yang harus dibayar. Jika tidak kondisi Poso akan selalu tidak kondusif," ujar Trimedya. Aksi peledakan bom kembali terjadi di Poso pada Minggu 1 Oktober lalu. Ledakan pertama terjadi pukul 01.20 Wita di Jl Pulau Seram Kelurahan Gebangrejo. Titik ledakan tepat di depan pagar Gereja Eklesia Poso. Sekitar pukul 02.45 Wita kembali terjadi ledakan kedua dan ketiga yang waktunya hampir bersamaan. Namun lokasi ledakan di Jl Tambotoki, Kelurahan Sayo, Kota Poso. Titik ledakan yang juga diduga bersumber dari bom rakitan itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari Terminal Poso. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan dalam peristiwa ini. (djo/nrl)


Berita Terkait