Makan di Migos, Pesawat Ekonomi

Lebih Dekat dengan Hidayat Nurwahid (3)

Makan di Migos, Pesawat Ekonomi

- detikNews
Selasa, 03 Okt 2006 11:55 WIB
Makan di Migos, Pesawat Ekonomi
Medan - Hidayat Nurwahid, Ketua MPR RI, diidolakan banyak kalangan, terutama para stafnya. Pria bergelar doktor dari sebuah universitas di Madinah, Saudi Arabia ini dinilai sebagai sosok yang sangat sederhana.Di sela-sela menanti pesawat saat transit di Bandara Polonia Medan menuju Jakarta, Sabtu (30/9/2006), sekembalinya Hidayat dari rangkaian safari Ramadan di Banda Aceh, sejumlah staf Hidayat bercerita tentang sosok pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 46 tahun silam, tentang makanan, kesederhanaan, hingga hobi bosnya.Misalkan saja untuk urusan makan. Hidayat biasanya menyerahkan sepenuhnya kebutuhan perutnya kepada Muhammad, staf yang selalu mendampinginya. "Kalau makan, Ustad nggak pilih-pilih, selalu terserah stafnya. Biasanya sih kalau makan agak 'migos', alias agak minggir got sedikit. Tapi dia paling suka sop gurame. Tapi yang jelas masakan tradisional," cerita Muhammad.Muhammad pun mengungkapkan bahwa sepatu yang dipergunakan Hidayat tidak lebih bagus dari sepatu yang dikenakan para stafnya. Ini terbukti pada suatu saat pernah secara tidak sengaja ada staf yang memfoto condong ke arah bawah. Terlihat mencolok sepatu yang dikenakan Hidayat lebih murah dibanding yang dikenakan staf-stafnya.Sementara itu Umar, seorang staf khusus Hidayat lainnya menceritakan bahwa Hidayat tidak suka mengenakan jas dalam kesehariannya bekerja. Hidayat lebih menyukai batik, dengan alasan batik adalah produk dalam negeri. "Doktor Hidayat mengaku merasa lebih dekat dengan rakyat kalau pakai batik, selain karena dia orang Jawa," tandas Umar.Bahkan, jika ingin membeli baju baru, Hidayat tidak pernah membeli pakaian yang berharga mahal. Hidayat hanya mengenakan pakaian mahal, jika ada seseorang yang menghadiahkan kepadanya.Kesederhanaan dia yang lain dilontarkan oleh Saut Maruli, stafnya yang lain. Saut yang biasa mengurusi perjalanan kerja Hidayat mengaku selalu membeli tiket pesawat kelas ekonomi. Hidayat sangat jarang bepergian dengan tiket kelas eksekutif atau bisnis. Sampai-sampai, para petugas tiket di bandara keheranan mengapa pejabat negara seperti Hidayat tidak membeli tiket kelas bisnis atau eksekutif.Bahkan, untuk kunjungan safari Ramadan selama 3 hari di Aceh beberapa hari lalu, Hidayat berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda kelas ekonomi. Sejumlah wartawan, termasuk detikcom yang mengikuti perjalanan tersebut melihat banyak penumpang yang kaget dengan kehadiran Hidayat di kelas ekonomi."Kunjungan ke Aceh sama sekali nggak pakai uang negara. Semua pakai uang pribadi Ustad, dan dibantu dari kas rekan-rekan partai di Medan dan Aceh," tandas Saut.Imam, staf khusus Hidayat untuk urusan luar negeri menceritakan Hidayat sangat menyukai olah raga bulu tangkis. Hidayat bermain bulu tangkis dua sampai tiga kali dalam satu minggu. "Hobinya badminton. Udah bukan hobi lagi, memang sudah ketagihan," tandas Imam.Hidayat juga dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan keluarga dan stafnya. Meski sangat sibuk dengan beragam aktivitas, Hidayat masih menyempatkan diri bercengkerama dengan keluarganya. 2 Kali dalam sebulan, Hidayat juga menyempatkan diri mengunjungi ibunya di Klaten. "Kalau ke staf, dia selalu menanyakan apakah kami sehat dan bagaimana keluarga kami. Perhatian ke keluarga dia juga baik. Bagi dia bukan kuantitas, tapi kualitas hubungan dengan keluarga," imbuh Imam."Ibunya di Klaten selalu dikunjungi sebulan kurang lebih dua kali. Yang menarik, Hidayat tidak mau rumahnya di Klaten dibangun sebelum rumah tetangganya selesai dibangun semua. Padahal rumah itu rusak separuh akibat gempa,"ungkapnya.Hidayat saat ini memiliki 2 putri dan 2 putra. Putri tertuanya disekolahkan di pondok pesantren Gontor Putri, di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Sementara putri keduanya berada di pondok pesantren Nurul Fikri, Banten. 2 Putranya saat ini masih tinggal bersama dia dan istrinya di Jakarta. (fjr/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads