TNI Setuju Audit Dana Darurat Militer Aceh
Selasa, 03 Okt 2006 10:55 WIB
Jakarta - Maraknya penyelundupan senjata diduga dipicu dari darurat militer di Aceh. Dugaan ini hanya bisa dijawab melalui audit dana darurat militer tersebut. TNI pun tidak keberatan."Kita sambut baik keinginan BPK untuk mengaudit," ujar Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dalam jumpa pers usai gladi bersih upacara HUT ke-61 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (3/9/2006).Menurutnya, TNI sangat terbuka jika dilakukan audit terhadap dana Darurat Militer di Aceh. BPK dipersilakan mengaudit dana tersebut mulai 2003. Namun jumlahnya bukan Rp 3 triliun seperti yang disebutkan DPR."Yang kita catat sejak saya menjabat sebagai panglima, itu hanya Rp 300 miliar," lanjutnya.Pada Senin kemarin, Ketua F-PDIP Tjahjo Kumolo mengusulkan dilakukan audit terhadap dana darurat militer di Aceh. Audit ini diharapkan dapat menjawab apakah kegiatan darurat militer di Aceh memicu maraknya penyelundupan senjata. Kasus terbaru melibatkan Brigjen Purn Eric Wotulo yang ditangkap di Guam, AS.
(fay/nrl)











































