Hadapi Lebaran, Angkutan di Sumut Berlebih
Selasa, 03 Okt 2006 00:36 WIB
Medan - Kapasitas angkutan bus antarkota dalam propinsi (AKDP) maupun antarkota antarpropinsi (AKAP) di Sumatera Utara (Sumut) menghadapi Lebaran 2006 masih di atas kebutuhan. Demikian juga untuk angkutan laut dan udara.Sementara kapasitas angkutan kereta api (KA) diprediksi masih jauh di bawah jumlah penumpang. Kepala Dinas Perhubungan Sumut Farhan I Tanjung menjelaskan, untuk AKDP dan AKAP, kapasitas tersedia 985.452 kursi sedangkan jumlah penumpang diperkirakan 614.840 orang. Kpasitas angkutan laut dalam negeri sebanyak 9.624 kursi sementara jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 7.783 orang.Sementara untuk Kapasitas angkutan laut luar negeri sebanyak 10.633 kursi dengan prediksi jumlah penumpang sebanyak 7.224 orang. Kapasitas angkutan udara dalam negeri sebanyak 156.550 kursi dengan perkiraan jumlah penumpang sebesar 112.520 orang. Sementara kapasitas angkutan udara luar negeri 53.746 kursi dengan prediksi jumlah penumpang sebanyak 42.996 orang. "Untuk angkutan KA, kapasitas 125.908 kursi dengan prediksi penumpang diperkirakan 155.761 orang," kata Farhan Tanjung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (2/10/2006).Dijelaskan dia, masa angkutan Lebaran 2006 untuk angkutan darat dan udaraberkisar pada tanggal 17 Oktober hingga 1 November 2006. Angkutan laut dari tanggal 10 Oktober 2006 hingga 8 November 2006.Sedangkan masa angkutan Natal 2006 dan Tahun Baru 2007 mulai tanggal 17 Desember sampai dengan 04 Januari 2007. Tentang perkiraan dimaksud adalah asumsi tidak terjadi gejolak sosial atau kerusuhan sosial yang berskala nasional, bencana alam di luar kemampuan, pemogokan operator sarana angkutan umum, serta tidak terjadi kemacetan lalu lintas di luar perkiraan.Secara umum, jelas dia, data dan perkiraan jumlah sarana angkutan Lebaran, Natal 2006 dan Tahun Baru 2007 tidak banyak berubah dari kondisi tahun sebelumnya. Rawan Longsor Di sisi lain, menurut perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Medan, sejumlah daerah di Sumut akan mengalami hujan dengan frekuensi normal. Namun jika berlangsung terus-menerus, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan banjir dan longsor.Puncak hujan diperkirakan Oktober hingga November, dan ada kemungkinan terjadi badai. Diperkirakan terdapat 17 titik rawan longsor, yakni 1 di Langkat, 2 di Simalungun, 3 di Kabupaten Karo, 1 di Dairi, 1 di Pakpak Bharat, 1 Tapanuli Tengah, 2 di Mandailing Natal, 2 di Tapanuli Utara dan 3 di Humbang Hasundutan. Daerah dengan tingkat rawan banjir tinggi ada di wilayah Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagian wilayah Medan serta Serdang Bedagai.Selain rawan longsor di sepanjang lintas timur mulai dari Medan-Rantau Prapat, terdapat lokasi rawan macet sebagai akibat dipakainya daerah manfaat jalan untuk kegiatan di luar peruntukan.
(fjr/fjr)











































