Kebakaran di Merbabu, 20 Dukuh Terancam Krisis Air
Selasa, 03 Okt 2006 00:02 WIB
Surakarta - Kebakaran kembali melanda kawasan hutan gunung Merbabu. 52 hektar areal hutan hangus, 20 kilometer saluran air bersih milik warga pun ikut ludes. Akibatnya, ribuan orang yang tinggal di 20 dukuh di sekitar lereng gunung tersebut terancam mengalami krisis air.Camat Ampel, Sukamto, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala desa yang terancam krisis air. Dari data yang ada, sedikitnya 400 KK di Desa Kembang dan 300 KK di Desa Ngagrong telah mengalami kesulitan air bersih sejak hari Minggu 1 Oktober 2006."Kami terus berkoordinasi dengan seluruh kepala desa. Saat ini setidaknya 20 dukuh di lima desa itu terancam kesulitan suplai air bersih akibat kerusakan pipa saluran air menuju pemukiman mereka. Kerugian akibat kerusakan instalasi air bersih hasil swadaya masyarakat itu mencapai lebih dari Rp 185 juta," ujar Sukamto saat dihubungi detikcom, Senin (2/10/2006).Sementara itu, 52 hektar hutan yang terbakar adalah meliputi Petak 14 (21,5 ha), Petak 19 (5 ha), Petak 21 (5 ha), Petak 22 (14 ha) dan Petak 23 (6 ha).Asisten Perhutani KPH Surakarta, Suwarto mengatakan sejak Kamis 29 September lalu, titik api di petak 14 sudah mulai terlihat namun upaya petugas dan warga untuk memadamkan api belum berhasil karena angin yang bertiup kencang.Hingga saat ini kawasan hutan gunung Merbabu di Petak 14 dan 22 masih terbakar hebat.
(ken/fjr)











































