Kejagung Sulit Cari Buku Habibie
Senin, 02 Okt 2006 16:56 WIB
Jakarta - Buku mantan Presiden BJ Habibie yang berjudul "Detik-detik yang Menentukan" menimbulkan kontroversi. Namun pihak intelijen Kejaksaan Agung kesulitan mencari buku tersebut."Saya sudah perintahkan cari di Gramedia dan toko-toko buku, kelihatannya belum beredar. Apa wartawan sudah punya?" ujar Jamintel Kejaksaan Agung Muchtar Arifin di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (2/10/2006).Seorang wartawan pun menyeletuk, "Cari di Habibie Center, Pak!" Muchtar pun mesem-mesem. Menurutnya, Kejagung sesuai UU 16/2004 tentang Kejaksaan, mempunyai wewenang mengawasi peredaran barang cetak."Saya kira masih terlalu dini untuk menilai, karena kita baca saja belum," kata Muchtar.Selain itu Muchtar juga menjelaskan timnya masih meneliti buku sejarah SD-SMA Kurikulum 2004. Buku tersebut tidak mencantumkan kata "PKI" di belakang kata "G30S".Mereka pun masih meneliti buku berjudul "Sukarno's File". "Yayasan Bung Karno beberapa waktu lalu menemui saya bersama tim advokat," imbuhnya.Pada 2006 hingga bulan Oktober, menurut Muchtar, Kejagung telah melarang peredaran 2 buku. Buku itu adalah "Atlas West Irian" yang memuat bendera Bintang Kejora.Buku yang lain berjudul "Kutemukan Kebenaran Sejati dalam Al Quran" karangan M Simanungkalit dan penerbit Yayasan Al Hanif. Buku ini dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.
(fay/sss)











































