PP Muhammadiyah Imbau Warga Poso Tahan Diri

PP Muhammadiyah Imbau Warga Poso Tahan Diri

- detikNews
Senin, 02 Okt 2006 16:49 WIB
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau semua pihak di Poso untuk senantiasa mengendalikan diri, sabar dan tidak terpancing hasutan pihak tertentu, sehingga tidak muncul konflik baru.Din menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (2/10/2006).Menurut Din, adanya langkah-langkah yang berlebihan dikhawatirkan bisa melahirkan konflik baru yang lebih luas. Karena itu, dia berharap kaum muslim dan kristiani bisa menahan diri."Saat ini umat Islam belum sembuh dari luka akibat pernyataan Paus Benedictus XVI. Pascaeksekusi Tibo juga mungkin menimbulkan masalah buat umat kristiani. Karena itu kita jangan terprovokasi," imbaunya.Dia juga menyampaikan imbauan dari tokoh dan aktivis umat Islam yang tergabung dalam Forum Silaturohim dan Perjuangan Umat Islam Poso. Pertama, menyerahkan sepenuhnya kepada aparat untuk mencari hilangnya 2 warga Sulawesi Utara di Desa Masamba, Sulawesi Tengah, yang ikut memicu ketegangan Islam-Kristen.Kedua, mengimbau masyarakat Poso senantiasa menjaga stabilitas dan tidak mudah terpancing. Ketiga, meminta umat Islam senanasa siap siaga.Din juga mengklarifikasi soal isu-isu penyerangan dan pengrusakan berbau agama yang terjadi di Poso.Din membenarkan sempat terjadi ketegangan terhadap dua kelompok umat beragama. Namun hal itu tidak berbuntut pada aksi kekerasan karena kesigapan aparat."Menurut telepon yang saya terima memang terjadi ketegangan tinggi antara dua kelompok yang saat itu berjarak 100 meter satu sama lain di seberang sungai Desa Kawa dam Desa Sayo. Desa Kawa Kristen dan Desa Sayo Muslim, tapi bisa diredam aparat," beber dia.Dia juga membenarkan adanya penembakan Masjid Al Fajar di Kelurahan Gerbang Rejo. Namun tembakan itu tidak menimbulkan kerusakan berarti maupun korban. Ada juga musala kecil yang terbakar di terminal kota Tentena."Para pelaku kedua tindakan itu tidak diketahui siapa. Kalau memang ada pihak ketiga, kita serahkan kepada pihak kepolisian ataupun intelijen. Saat ini pun kepolisian secara relatif sudah bisa mengendalikan keamanan," beber dia. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads