Lidya Naik Ojek ke PN Jakut

Lidya Naik Ojek ke PN Jakut

- detikNews
Senin, 02 Okt 2006 15:59 WIB
Jakarta - Seolah-olah tidak mau terlihat, artis sinetron Lidya Pratiwi datang diam-diam ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jl Ancol Baru, Jakarta. Lidya rela naik ojek motor untuk hadir dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan model Naek Gonggom Hutagalung.Kedatangan Lidya dengan menaiki ojek motor ini diketahui dari pengakuan salah seorang polisi yang mengawal Lidya. Menurutnya, mobil tahanan Lidya sengaja berhenti sebelum PN Jakut, lalu Lidya menuruni mobil tahanan itu untuk menumpang ojek menuju PN Jakut."Ini untuk alasan keamanan. Karena banyak keluarga korban yang berada di PN. Ini untuk jaga-jaga keamanan saja," kata polisi berpangkat briptu yang tidak mau disebutkan identitasnya di PN Jakut, Senin (2/10/2006).Menurutnya, pada saat turun dari mobil tahanan itu, Lidya dikawal oleh 2 anggota polisi yang juga ikut menumpang ojek secara terpisah. Sesampainya di PN Jakut, Lidya langsung diboyong ke dalam ruang tahanan pengadilan sekitar pukul 13.15 WIB.Pengakuan serupa juga diungkapkan penjaja koran yang biasa mangkal di depan PN Jakut. Menurutnya, Lidya turun dari ojek dan langsung menuju pintu belakang PN Jakut."Tadi ada 3 motor bebek. Lidya pake helm hitam, lalu turun dari motor langsung ke belakang dan digiring ke tahanan," tutur penjaja koran yang tidak mau menyebutkan namanya itu.Peristiwa ini membuat wartawan yang sudah menunggu sejak pagi merasa kecolongan. Puluhan wartawan lantas mengerubungi ruang sel tahanan ketika mengetahui Lidya sudah berada di dalam.Usaha untuk mendapatkan gambar Lidya secara utuh diperoleh wartawan ketika Lidya sempat buang air kecil ke kamar mandi. Meskipun letak kamar mandi yang berada di sebelah kanan ruang tahanan itu tidak terlalu jauh, kesempatan ini tidak disia-siakan para wartawan.Bahkan untuk mengambil gambar Lidya yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam itu, seorang wartawan mengacungkan kameranya melewati batas pintu WC. Jepret!Begitu Lidya keluar dari WC, tak satu patah katapun meluncur dari bibirnya. Terdakwa yang terancam hukuman mati ini hanya terus berjalan sambil menundukkan wajahnya. (ary/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads