Ba'asyir Imbau Gereja Makin Aktif Ciptakan Perdamaian

Ba'asyir Imbau Gereja Makin Aktif Ciptakan Perdamaian

- detikNews
Senin, 02 Okt 2006 14:36 WIB
Sukoharjo - Ustad Abu Bakar Ba'asyir mengimbau Dewan Gereja Internasional semakin berperan aktif dalam penciptaan perdamaian di dunia. Selain itu dia juga menyesalkan pernyataan pemimpin umat yang membuat opini memojokkan agama lain karena pengetahuan yang kurang memadai."Saya perlu berterus terang bahwa peran kaum Kristen di Indonesia masih kurang maksimal dalam penciptaan perdamaian. Saya harap Dewan Gereja Internasional bersedia menyarankan kepada mereka untuk lebih berperan," ujar Ba'asyir saat menerima kunjungan 14 pendeta Eropa di Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Senin (2/10/2006).Dia lalu menyontohkan peran Kristen yang kurang optimal dalam menjaga perdamaian di Ambon dan Poso. Selain itu dia juga berharap ketulusan sikap semua pihak dalam membantu menangani bencana alam yang banyak terjadi di tanah air akhir-akhir ini.Dalam kesempatan tersebut, Ba'asyir juga menyesalkan pernyataan Paus Benedictus XVI saat mengisi perkuliahan di sebuah kampus di Jerman yang pernyataannya menyulut kontfoversi karena dianggap mendiskreditkan Islam serta Nabi Muhammad.Ba'asyir menjelaskan bagi seorang muslim senjata hanya digunakan untuk bertahan dan membela diri dari serangan. Islam melarang keras penggunaan kekerasan atau paksaan maupun bujukan, sehalus apa pun paksaan dan bujukan itu, dalam melakukan dakwah."Seseorang yang masuk Islam karena paksaan atau bujukan dan bukan atas kesadaran orang itu sendiri, maka tidaklah sah keislamannya. Memang Islam menganjurkan dakwah terus-menerus, namun pantang dengan kekerasan," lanjut dia. "Karena itu, kami jelas-jelas menyayangkan pernyataan seorang pimpinan agama di Jerman beberapa saat lalu itu yang mengatakan bahwa perkembangan Islam dilakukan dengan kekerasan dan senjata. Pernyataan itu muncul karena kekurangtahuannya terhadap Islam yang sesungguhnya," imbuh Ba'asyir. Pendeta Olaf Schuumann selaku pimpinan rombongan pendeta berterima kasih atas masukan yang diberikan Ba'asyir. Dia mendukung pendapat Ba'asyir. "Seharusnya dalam beragama memang tidak ada paksaan. Sebab jika seseorang beragama karena terpaksa itu artinya bukan keyakinan melainkan kemunafikan," ujar dia. (mbr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads