Ba'asyir Terima Kunjungan 14 Pendeta dari Eropa

Ba'asyir Terima Kunjungan 14 Pendeta dari Eropa

- detikNews
Senin, 02 Okt 2006 12:45 WIB
Sukoharjo - Ustad Abu Bakar Ba'asyir dan Pesantren Al-Mukmin Ngruki mendapat kunjungan 14 pendeta Protestan dari Jerman dan Swiss. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk medapatkan titik temu dari perbedaan keyakinan untuk terciptanya kerukunan manusia. Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Jaka Sutapa, dari UKDW yang mendampingi rombongan mengatakan, sebelumnya para pendeta itu telah melakukan workshop tentang hubungan antarumat beragama selama seminggu di Bali. "Maksud kunjungan untuk medapatkan titik temu dari perbedaan keyakinan demi terciptanya kerukunan manusia. Di Solo, selain mengunjungi Ngruki, para pendeta ini juga akan mengunjugi Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan. Dua pesantren ini kami anggap representatif untuk melihat wajah Islam di Solo," ujar Joko di Kompleks Pesantren Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Senin (2/10/2006). Di Ngruki, para pendeta diterima oleh pimpinan pesantren, termasuk Abu Bakar Ba'asyir. Sejak awal, Joko memang mengatakan, kedatangan mereka ke Ngruki, terutama untuk bisa bertemu dengan Ba'asyir yang namanya cukup menjadi perhatian internasional. Direktur Pesantren Ngruki, Ustadz Wahyuddin, mengaku senang atas kunjungan tersebut karena akan bisa menghapus jarak antar-manusia yang disebabkan perbedaan keyakinan. Menurut dia, secara prinsip, kedua pihak memang menganut keyakinan yang berbeda, namun titik temu harus diupayakan demi kerukunan. Hal serupa juga dikuatkan oleh Ba'asyir. Menurut dia, hidup rukun dengan non-muslim merupakan cita-cita Islam. Allah dan Rasul-Nya sangat menganjurkan hal tersebut. Ajaran Islam hanya menganjurkan umatnya memutus hubungan dengan non-muslim jika pihak non-muslim melakukan tindak permusuhan. Atas sambutan tersebut, Pendeta Olaf Schuumann selaku pimpinan rombongan pendeta, mengaku sangat gembira. Dia juga mengaku mendapat penjelasan dengan gamblang tentang sikap dan hati seorang muslim dalam menyikapi hidup bersama di dunia. (mbr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads