Mer-C Bantah Danai Teroris
Senin, 02 Okt 2006 12:12 WIB
Jakarta - Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee Indonesia (Mer-C) dituding menggunakan dana bantuan asing untuk membiayai terorisme. Tudingan itu dibantah mentah-mentah.Penggunaan dana bantuan untuk gerakan terorisme Taliban dan Jamaah Islamiyah oleh Mer-C itu dilansir harian Australian Financial Review (AFR) pada 27 September 2006 lalu.Dalam pemberitaannya, AFR menuliskan antara lain Mer-C menggunakan dana bantuan dari donatur asing, khususnya Inggris dan Australia, yang ada di rekening Commonwealth Bank of Australia (CBA) untuk aksi terorisme.Namun Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis di kantor Mer-C, Jalan Cik Ditiro, Jakarta, Senin (2/10/2006), menegaskan, dana dalam rekening di CBA sama sekali tidak digunakan untuk kegiatan terorisme, tapi benar-benar untuk korban gempa dan tsunami di Aceh dan Nias."Dana bantuan kami sifatnya sesuai dengan akad yang diminta masyarakat. Demikian juga dana yang terdapat dalam CBA adalah permintaan dari donatur asing, khususnya Inggris dan Australia yang akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Aceh dan Nias," beber Yose.Sementara apa yang ditudingkan AFR, kata Yose, sebenarnya berkaitan dengan dana kemanusiaan Mer-C yang terdapat dalam rekening mujahid.Awalnya, seorang wartawan AFR berusaha mencari keterangan terkait dengan VCD misi kemanusiaan Mer-C yang dianggap sebagai video yang menyudutkan kelompok tertentu.Diakui Yose, Mer-C memang membuka rekening khusus dengan nama dan amanah keluarga mujahid. Rekening ini digunakan untuk bantuan medis bagi keluarga mujahid. Salah satu yang pernah memperoleh bantuan itu adalah keluarga Amrozi, terpidana mati bom Bali I.Namun AFR menengarai rekening mujahid ini sebagai bentuk bantuan bagi kegiatan terorisme."Perlu kami tegaskan bahwa Mer-C membantu keluarga mujahid secara profesional khusus dalam bidang medis. Jadi kami tidak memberikan bantuan untuk kekerasan atau aksi terorisme," kata dia.Ada dua hal besar yang diprotes Mer-C atas pemberitaan AFR. Pertama, dana di CBA bukan untuk mujahid, tapi untuk Aceh dan Nias. Kedua, dana di rekening mujahid adalah dana untuk bantuan medis bagi tersangka teroris dan keluarganya sesuai permintaan Tim Pembela Muslim (TPM).Karena itu dalam minggu ini, Mer-C akan mengajukan somasi kepada harian AFR."Minggu ini kami akan bekerjasama dengan TPM akan mengajukan somasi kepada AFR," kata Yose.
(umi/sss)











































