Musibah Tabrakan Pesawat Brasil, 155 Orang Dipastikan Tewas

Musibah Tabrakan Pesawat Brasil, 155 Orang Dipastikan Tewas

- detikNews
Senin, 02 Okt 2006 11:14 WIB
Brasilia - Otoritas Brasil memastikan tidak ada yang selamat dalam musibah jatuhnya pesawat komersil Brasil yang mengangkut 155 orang. Pesawat baru Boeing 737-800 itu jatuh di hutan lebat Amazon setelah bersinggungan dengan sebuah pesawat eksekutif.Para petugas penyelamat saat ini mulai menemukan jasad manusia dari lokasi. Pesawat milik Gol, maskapai bertiket murah di Brasil itu diduga jatuh terhempas ke bumi setelah tabrakan dengan jet kecil Legacy 600.Pejabat-pejabat Gol mengatakan, ada 113 pria dan 42 perempuan di dalam pesawat naas itu. Termasuk seorang bayi laki-laki berumur 11 bulan dan empat anak-anak. Hanya ada sekitar enam warga asing dalam penerbangan Nomor 1907 itu.Otoritas mulai kehilangan kontak radar dengan penerbangan itu hari Jumat 29 September sore waktu setempat saat dalam perjalanan dari Manaus di Amazon ke Brasilia. Pesawat pencari kemudian menemukan tempat jatuhnya pesawat di Negara Bagian Mato Grossi, sekitar 1.000 kilometer sebelah barat laut Brasilia.Insiden maut ini merupakan bencana penerbangan terburuk sepanjang sejarah negeri Amerika Latin itu. Angkatan Udara Brasil menyatakan, tim SAR telah menyisir lokasi puing-puing pesawat namun tidak ditemukan satu pun korban yang selamat. Sejauh ini petugas penyelamat baru berhasil menemukan dua jenazah dari medan lokasi yang sulit itu."Sangat sulit untuk mencapai ke sana," kata seorang petugas penyelamat. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva langsung mengumumkan hari berduka nasional selama 3 hari."Brasil menderita dengan ini," katanya dalam statemen seperti dilansir AFP, Senin (2/10/2006).Nasib para penumpang Legacy 600 jauh lebih beruntung. Ketujuh penumpang dan kru pesawat berhasil selamat setelah tabrakan itu. Mereka sempat merasakan pesawat terguncang dan bergoyang namun kemudian jet eksekutif itu berhasil distabilkan dan melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan Angkatan Udara.Hingga saat ini penyelidikan atas kecelakaan ini masih terus berlangsung. (ita/nrl)


Berita Terkait