Sering Kebobolan Penjahat, Dirjen Imigrasi Diganti
Senin, 02 Okt 2006 11:21 WIB
Jakarta - Seringnya Ditjen Imigrasi kebobolan para penjahat dan koruptor memaksa Depkum HAM menaruh orang kepolisian di jabatan Dirjen. Pendekatan keamanan lebih dipentingkan dibandingkan alasan teknis semata.Demikian disampaikan Menkum HAM Hamid Awaludin saat melantik Dirjen Imigrasi Basyir A Barmawi di Ruang Pengayoman, Depkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (2/10/2006).Basyir Barmawi sebelumnya menjabat sebagai Deputi Sumber Daya Manusia Mabes Polri. Dia terakhir berpangkat inspektur jenderal (Irjen) polisi. Basyir menggantikan Dirjen Imigrasi yang lama yakni Iman Santoso yang akan dijadikan staf ahli Menkum HAM."Kita melakukan sinergi dengan baik. Yang kita butuhkan orang yang punya ketrampilan pendekatan keamanan. Ini berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang hanya berdimensi teknis semata seperti paspor dan sebagainya," ujar Hamid Awaludin.Oleh sebab itu Hamid menggarisbawahi tugas berat Dirjen Imigrasi yang baru adalah untuk mengamankan pintu keluar masuk Indonesia. "Karena arus lalu lintas orang masuk sangat kencang karena itu saya ingin meletakkan dasar-dasar keimigrasian menggunakan pendekatan keamananan supaya bisa ditangani dengan baik," jelas dia.Pelantikan ini dihadiri juga sejumlah anggota Komisi III DPR seperti Patrialis Akbar dan Wakapolri Komjen Pol Adang Daradjatun. "Anda sering menyaksikan masuk dari luar tapi sampai di dalam bermasalah seperti narkotika," tendas Hamid.
(san/nrl)











































